Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Perempuan Muda Berkemajuan Harus Hadirkan Program yang Berdampak

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Perempuan Muda Berkemajuan Harus Hadirkan Program yang Berdampak

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah resmi dibuka di Surakarta Kamis, (6/7). Agenda ini merupakan terusan dari Tanwir II yang digelar September 2025 lalu di Serang, Banten sekaligus juga merupakan agenda Tanwir terakhir jelang Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke-15 yang akan digelar besok Jumat, 7 Agustus 2026.

Membuka agenda Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, mengungkapkan pesan penting bagi para kader Nasyiatul Aisyiyah yang akan menggelar Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah.

Bagi Agung, Muktamar yang merupakan forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan Muhammadiyah Aisyiyah harus mengedepankan kedewasaan, kerukunan dan kebersamaan bukan sebagai arena kontestasi yang merusak.

“Kontestasi silahkan jalan, tapi kontestasi jangan sampai merusak ukhuwah, merusak kebersamaan. Kontestasi itu dalam rangka fastabiqul khairat untuk memilih yang terbaik. Cita-cita yang baik harus dilakukan dengan cara yang terbaik,” ungkap Agung.

Sementara, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, menjelaskan makna tema Tanwir III dan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, yakni “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan.”

Menurut Ariati, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari arah gerak organisasi yang berlandaskan iman, ilmu, serta amal nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menuturkan bahwa tema tersebut telah dielaborasi ke dalam sejumlah fokus gerakan yang meneguhkan peran perempuan muda Muhammadiyah dalam menjawab berbagai tantangan zaman sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan peradaban yang berkelanjutan.

“Saya rasa tema ini bukan hanya menjadi slogan belaka, karena memang ini merupakan satu hal nyata yang telah dilakukan NA dimanapun berada. tema ini merupakan panggilan bagi seluruh kader untuk membuktikan kekuatan organisasi yang tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tapi juga memiliki berbagai aktivitas program yang berdampak,” jelas Ariati.

Selanjutnya, Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-15, Ariati juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah demi menghadirkan forum permusyawaratan yang bermartabat, beretika, serta mencerminkan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

“Kita sukseskan muktamar ini dengan mengedepankan adab, etika, dan nilai-nilai Islam berkemajuan. Maka, dengan niat pengabdian, dengan keikhlasan insyaallah marwah organisasi kita akan penuh dengan kedewasaan dalam menghadapi permusyawaratan,” tuturnya.

Turut hadir dalam agenda ini, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, serta seluruh peserta tanwir yang berasal dari 35 Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Tanwir III menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi, merumuskan arah gerakan menjelang Muktamar, sekaligus memperkuat konsolidasi kader dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan dan kemanusiaan.

Melalui forum ini, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan semakin meneguhkan perannya sebagai organisasi perempuan muda Islam yang berkemajuan, adaptif terhadap perubahan zaman, serta konsisten menghadirkan kebermanfaatan bagi umat, bangsa, dan peradaban. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan