MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) menggelar agenda Media Gathering jelang pelaksanaan Tanwir III dan Muktamar ke- XV Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Surakarta pada Kamis-Sabtu, (6-8 Agustus 2026).
Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari menyampaikan bahwa agenda besar NA ini mengangkat tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”. Tema ini, jelas Ariati, menjadi landasan dalam merumuskan arah gerak organisasi untuk empat tahun ke depan, termasuk didalamnya membahas berbagai isu strategis hingga memilih Ketua Umum dan jajaran Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah untuk periode berikutnya.
“Jadi dalam Muktamar ini, kami akan terus memegang tegung semangat Perempuan Muda Berkemajuan. Jadi perempuan muda berkemajuan itu adalah yang memiliki spirit risalah Islam berkemajuan sekaligus juga risalah perempuan berkemajuan,” jelas Ariati dalam keterangan Media Gathering yang digelar Rabu sore, (5/8).
Ariati kemudian memadatkan semangat tersebut ke dalam tiga pilar utama. Yang pertama Iman, yang kedua ilmu, dan yang ketiga kebermanfaatan atau amal nyata.
Selain itu, isu strategis utama yang akan menjadi pembahasan besar pada forum ini adalah tentang Bonus Demografi, Disrupsi Media dan Teknologi, Perubahan Iklim, serta Isu kedaulatan dan kemandirian ekonomi.
“Lalu untuk merespons isu-isu tersebut, Nasyiatul Aisyiyah akan membahas beberapa program kerja spesifik, mulai dari kedaulatan ekonomi, eco-livelihood, literasi dakwah digital, hingga eco dakwah,” ujarnya menegaskan.
Selanjutnya tak hanya soal substansi saja, Nasyiatul Aisyiyah dalam agenda ini berkomitmen untuk menghadirkan langkah nyata dengan pelaksanaan acara yang ramah lingkungan, meminimalisir penggunaan bahan plastik selama acara, dan mengadaptasi sistem e-voting (paperless-based) dalam sistem pemilihan yang akan membantu efektivitas persidangan.
Dan yang kedua, Nasyiatul Aisyiyah sebagai gerakan perempuan islam berkemajuan, akan selalu menyatakan komitmennya sebagai gerakan yang ramah terhadap perempuan dan anak dengan menyediakan fasilitas-fasilitas khusus yang dapat menunjang hak anak-anak dan perempuan selama acara besar ini berlangsung.
“Semua ini tentu dijalankan dengan memegang teguh semboyan “khoirunnas anfauhum linnas” agar setiap program yang dicanangkan memberikan dampak nyata dan kemaslahatan bagi masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak,” ucap Ariati.
Sebagai informasi tambahan, dipilihnya Surakarta sebagai tuan rumah acara Tanwir III dan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah 15 merupakan hasil keputusan yang telah ditetapkan dalam Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah yang digelar di Serang, Banten pada September 2025 yang lalu.
Forum permusyawaratan empat tahunan ini akan diikuti oleh 35 Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah dari seluruh Indonesia dengan jumlah peserta mencapai sekitar 875 orang, yang terdiri atas unsur pimpinan pusat, hingga daerah.
Jelang Tanwir III dan Muktamar ke-15, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga menghasilkan gagasan dan arah kebijakan strategis yang mampu memperkuat peran perempuan muda Muhammadiyah dalam membangun peradaban yang berkemajuan, inklusif, dan berkelanjutan. (Bhisma)






