Senin, 5 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Milad ke-14, Gramasurya Perkuat Ikhtiar Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Milad ke-14, Gramasurya Perkuat Ikhtiar Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – PT Gramasurya menjadikan Milad ke-14 sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan inovasi dan mendorong kemandirian bisnis Muhammadiyah. Milad tersebut digelar di SM Tower Yogyakarta pada Jumat (14/8).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, Syamsul Anwar, Agung Danarto, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Periode 2010–2015 Prof. Zamroni, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah Didik Suhardi, serta Ketua Majelis Pembinaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin.

Direktur Utama PT Gramasurya Iwan Setiawan menyampaikan bahwa perjalanan Gramasurya selama 14 tahun merupakan anugerah yang tidak terlepas dari dukungan dan kontribusi berbagai tokoh Muhammadiyah sejak awal berdirinya perusahaan.

Menurut Iwan, keterlibatan para tokoh Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam perjalanan Gramasurya hingga mampu bertahan dan berkembang sampai saat ini. Salah satu tokoh yang disebutnya memiliki peran penting adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

“Saya tidak tahu, Muhammadiyah selalu diberi sesuatu yang pas oleh Allah. Saya rasa semua memang pas pada situasi yang ada,” ungkap Iwan.

Iwan kemudian mengenang gagasan awal berdirinya Gramasurya yang bermula dari sebuah pertanyaan sederhana: “Apakah Suara Muhammadiyah dapat memiliki perusahaan percetakan sendiri?”

Dari gagasan tersebut, Gramasurya kemudian tumbuh menjadi salah satu Amal Usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang percetakan. Menurut Iwan, perjalanan itu menjadi bukti bahwa ikhtiar yang dibangun secara bersama-sama dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi Persyarikatan.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Komisaris Utama PT Gramasurya, Agung Danarto, menegaskan bahwa kehadiran Gramasurya tidak semata-mata berorientasi pada pengembangan bisnis. Lebih dari itu, Gramasurya hadir dengan prinsip Muhammadiyah untuk menjadi problem solver sekaligus memperkuat kemandirian Persyarikatan.

Menurut Agung, prinsip tersebut harus menjadi pijakan Gramasurya dalam mengembangkan bisnis percetakan, khususnya dalam menjawab berbagai kebutuhan di lingkungan Persyarikatan, termasuk perguruan tinggi dan sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Di Muhammadiyah itu kalau sudah internalnya kuat, memiliki tradisi, kebiasaan untuk berprestasi dan bekerja, itu biasanya akan terus berkembang melebarkan sayapnya bukan hanya di dalam, tapi juga keluar,” jelas Agung.

Karena itu, Agung mendorong Gramasurya untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan internal Muhammadiyah sekaligus meningkatkan daya saing di tengah kompetisi industri percetakan yang semakin dinamis.

Perjalanan selama 14 tahun menunjukkan bahwa Gramasurya telah berkembang dari sebuah gagasan sederhana menjadi Amal Usaha Muhammadiyah dengan skala bisnis dan omzet miliaran rupiah. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Gramasurya untuk terus memperluas kontribusi dan memberikan nilai tambah bagi Persyarikatan.

Memasuki usia ke-14, Gramasurya berkomitmen untuk tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Penguatan inovasi, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan bisnis menjadi bagian dari langkah strategis untuk memastikan Gramasurya tetap adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan