Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Kabut Asap Mengancam, Muhammadiyah Hadirkan Rumah Oksigen untuk Warga

Oleh timredaksi 3 Menit Min
Kabut Asap Mengancam, Muhammadiyah Hadirkan Rumah Oksigen untuk Warga

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KALIMANTAN TENGAH — Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.

Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 7.634,46 hektare lahan terbakar di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) per 27 Agustus 2026, BNPB mencatat sebanyak 5.168 titik api terdeteksi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Dari jumlah tersebut, hingga laporan BNPB diterbitkan, baru 17,55 hektare lahan yang telah ditangani melalui operasi darat.

Selain operasi darat, satu unit patroli udara juga dikerahkan untuk mendukung lima operasi pemadaman karhutla melalui jalur udara dengan metode water bombing atau penjatuhan air menggunakan pesawat khusus.

Kondisi kabut asap yang semakin tebal, ditambah musim kemarau yang berkepanjangan, membuat masyarakat khawatir terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan. Situasi ini mendorong Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu Kalimantan Tengah untuk melakukan respons kemanusiaan.

Muhammadiyah berkomitmen mendukung upaya pemerintah serta bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam penanganan dampak karhutla, khususnya dalam melindungi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani pada Kamis (27/8), mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, MDMC, pemerintah, dan berbagai pihak untuk merespons kondisi kabut asap yang semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PWM Kalimantan Tengah, MDMC, pemerintah, dan elemen lainnya untuk memastikan respons terhadap kondisi kabut asap dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Evan Bastian. Ia menyebut relawan Muhammadiyah telah diterjunkan ke lapangan dengan dukungan Lazismu melalui penggalangan dana kemanusiaan.

Evan mengingatkan para relawan agar tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan.

“Kami menegaskan kepada seluruh relawan agar selalu mengutamakan keselamatan diri. Patuhi setiap prosedur operasi, gunakan alat pelindung diri, dan selalu berkoordinasi dengan BPBD serta mengikuti alur komando di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila kondisi dinilai berisiko tinggi, karena keselamatan adalah prioritas,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Relawan Lazismu Kalimantan Tengah, Anang Rahman, mengatakan tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kota Palangka Raya, mendorong relawan Muhammadiyah untuk turun langsung membantu penanganan karhutla.

Menurutnya, kehadiran relawan merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat sekaligus bagian dari upaya mengurangi dampak bencana.

“Ini menjadi bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar dari Muhammadiyah,” kata Anang.

Muhammad Fitriani menambahkan, melalui program Indonesia Siaga, sejumlah layanan respons bencana telah dijalankan. Di antaranya penerjunan relawan untuk membantu pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik karhutla.

“Muhammadiyah melalui One Muhammadiyah One Response (OMOR) melakukan penyediaan rumah singgah oksigen, mobil oksigen, pemberian vitamin dan nutrisi bagi petugas serta relawan pemadaman, pembagian masker, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Adapun respons bencana karhutla yang dilakukan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah meliputi pemadaman api di sejumlah titik di Palangka Raya dan Kotawaringin Timur. Selain itu, Muhammadiyah mengaktifkan rumah singgah oksigen di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah dan Kotawaringin Timur.

Layanan mobil oksigen keliling juga disiagakan di sejumlah lokasi strategis, seperti tempat keramaian, pertigaan, dan lokasi pemadaman. Muhammadiyah juga menyalurkan bantuan nutrisi bagi masyarakat serta tenaga pemadam dan relawan yang bertugas di lapangan.

Melalui kolaborasi MDMC, Lazismu, relawan, dan berbagai pihak, Muhammadiyah terus berupaya memastikan masyarakat terdampak karhutla mendapatkan perlindungan dan dukungan, sekaligus memperkuat respons kemanusiaan di tengah ancaman kabut asap.

Tinggalkan Balasan