MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Jangan serahkan tumbuh kembang anak-anak pada gawai atau gadget. Termasuk orang tua yang kehilangan hadirnya karena sibuk dengan dunia digital di genggaman. Pesan itu ditekankan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman pada Jumat malam (31/7) dalam Pengajian PP Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.
Dokter Spesialis Saraf ini mendedahkan, dunia digital berkembang saat ini berdampak pada relasi dalam keluarga. Mungkin masih ada keluarga yang membiasakan bertemu secara fisik, namun sudah sepi obrolan hangat.
“Itu menjadi salah satu bukti bahwa, gadget itu mendekatkan yang jauh. Namun di sisi lain menjauhkan yang dekat,”ungkapnya.
Kedekatan anak dengan gawai yang terkoneksi internet menjadi tantangan berat bagi orang tua masa kini. Sebab, mungkin fisik anak itu di kamar masing-masing tapi jiwanya berkelana jauh tanpa sepengetahuan orang tua.
Oleh karena itu, menurutnya perlu strategi khusus untuk menjalankan perintah Menjauhkan diri, dan keluarga dari siksa api neraka. Orang tua tak cukup hanya dekat fisik, tapi juga spiritual dengan anak.
“Tentu kita harus melakukan pendekatan yang bijak agar anak kita tetap bisa terjaga imannya,”pesan dr. Agus.
Apakah Perkembangan Teknologi Harus Dihindari ?
Tentu perkembangan teknologi informasi tidak bisa dihindari. Muhammadiyah memandang, kecakapan anak terhadap perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan kecerdasan spiritual dan keimanan yang kokoh.
“Teknologi yang memudahkan ini harus kita pelajari syukur nanti anak-anak berkembang dengan iman yang kuat, mereka bukan hanya pengguna teknologi itu tapi juga menghadirkan teknologi yang bisa menjadikan orang beriman semakin baik menjalankan amal salih,”ungkapnya.
Maka orang tua di masa sekarang, khususnya keluarga Muhammadiyah harus melek teknologi supaya bisa mendampingi anak-anak sesuai dengan dunianya.
Didiklah anakmu sesuai dengan kebutuhan zamannya, karena ia akan hidup yang berbeda dengan zaman kita hidup,tuturnya.
Perkembangan teknologi jangan melalaikan orang tua, anak-anak jangan sepenuhnya pengasuhannya diserahkan kepada robot. Tapi orang tua harus hadir mendampingi secara fisik dan psikis, sehingga lahir generasi kuat.
Hendaklah kita senantiasa takut kalau kita meninggalkan generasi yang lemah. Yang kita sendiri mengkhawatirkan terhadap generasi kita itu,harap dr. Agus.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Sosial, Resiliensi, dan Kesehatan ini menambahkan, Muhammadiyah menginginkan sekaligus berusaha membangun generasi terbaik sebab mereka adalah pelanjut perjuangan.Jangan Serahkan Tumbuh Kembang Anak kepada Gadget






