Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Hadapi Era AI, Haedar Nashir Pesan Tholabah PUTM Tetap Berpijak pada Akhlak

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Hadapi Era AI, Haedar Nashir Pesan Tholabah PUTM Tetap Berpijak pada Akhlak

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir ingatkan Artificial Intelligence (AI) jadi tantangan bagi lulusan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM).

Memulai amanahnya, Haedar menyampaikan selamat atas Wisuda dan Pelepasan Tholabah Pengabdian PUTM Muhammadiyah. Dia berharap tholabah PUTM mengabdi ke Persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.

Menghadapi masalah mutakhir, menurutnya tholabah PUTM menghadapi tantangan yang tak mudah. Yakni adanya AI atau Akal Imitasi yang diciptakan oleh manusia, yang kini seakan jadi “tuan manusia” itu sendiri.

“Kita berada di era di mana teknologi informasi begitu dahsyat dan menjadi kekuatan dominan yang mempengaruhi kehidupan kita, termasuk dengan kehadiran media sosial,” kata Haedar pada Sabtu (29/8) dalam Wisuda dan Pelepasan Tholabah PUTM di UMY.

“Bahkan kita hari ini sedang menyaksikan hadirnya makhluk baru ciptaan manusia sendiri, yakni Artificial Intelligence (AI). AI itu sering disebut dengan akal imitasi, tetapi kemampuannya membuat si penciptanya sendiri itu merasa tidak pede. Bahkan merasa harus menjadi hambanya,” imbuhnya.

Guru Besar Ilmu Sosiologi ini menjelaskan, meski dunia dimudahkan oleh AI, namun kehadiran manusia masih memiliki arti jika mampu mengoptimalkan potensinya yakni hati dan akal yang mendorongnya untuk terus berpikir dengan pijakan moral.

Dari al-akhlaq al-karimah, manusia menjadi makhluk beradab yang tahu baik-buruk, benar-salah, pantas-tidak pantas, yang itu tidak dimiliki oleh makhluk lain sehebat apa pun. Dengan akhlak dan budi luhur itu manusia dapat menjadi salih.

“Bahkan robot produk dari Artificial Intelligence, ia tidak tahu tentang baik-buruk. Asal dia di-setup untuk apa pun, dia bisa melakukan apa pun, termasuk ya bisa memicu bom nuklir dengan cara yang paling saintifik tanpa dia punya seleksi moral,” ungkapnya.

Tak jauh beda, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ustadi Hamzah juga berpesan bahwa dalam urusan kebaikan, tholabah PUTM harus menjadi selalu yang di depan sebagaimana semangat fastabiqul khairat.

Dia memandang, jika umat Islam ini memiliki semangat fastabiqul khairat maka kemajuan yang dicita-citakan akan tercapai dengan berbagai karya untuk memudahkan umat manusia, sekaligus tidak menghilangkan norma seperti baik, buruk, dan seterusnya.

Pada agenda yang diselenggarakan di Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini, PUTM mewisuda sebanyak 66 tholabah dan 44 tholabah untuk dilepas melakukan pengabdian.

Tinggalkan Balasan