Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

EMT Muhammadiyah Dirikan RS Lapangan, Perkuat Layanan Kesehatan Penyintas Gempa Flores

Oleh timredaksi 2 Menit Min
EMT Muhammadiyah Dirikan RS Lapangan, Perkuat Layanan Kesehatan Penyintas Gempa Flores

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MANGGARAI TIMUR — Tim Medis Darurat atau Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah terverifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dikerahkan ke Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim ini hadir untuk memperkuat layanan kesehatan esensial bagi masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Dalam rangkaian Program Indonesia Siaga, EMT Muhammadiyah yang didukung penuh oleh Lazismu mendirikan Rumah Sakit (RS) Lapangan di Dampek, Desa Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT, pada Rabu (26/8/2026). Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa selama masa tanggap darurat.

Ketua EMT Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, Kamis (27/8), mengatakan penugasan ini menjadi langkah nyata Muhammadiyah dalam mempertahankan kualitas layanan kesehatan sekaligus menerapkan prinsip dan standar EMT yang telah ditetapkan WHO.

“Tim medis darurat sudah seharusnya hadir untuk memperkuat, bukan menggantikan sistem kesehatan lokal. Pada saat yang sama, kami terus menjaga peningkatan kualitas perawatan, koordinasi, dan kemandirian operasional dalam memberikan layanan kesehatan,” tegasnya.

Menurut Corona, kehadiran EMT Muhammadiyah di Dampek memiliki misi yang jelas, yakni membantu memperkuat sistem kesehatan yang telah ada, bukan mengambil alih peran fasilitas kesehatan setempat.

“Kami tidak datang ke Dampek untuk menggantikan Puskesmas yang ada. Justru kami hadir untuk membantu memastikan Puskesmas dapat terus berfungsi secara optimal pascagempa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penugasan tersebut menjadi bentuk penerjemahan standar global EMT ke dalam konteks lokal. EMT Muhammadiyah berupaya menghadirkan dukungan yang terintegrasi dengan sistem kesehatan setempat sehingga layanan kesehatan esensial tetap dapat berjalan selama kondisi darurat.

“Ini menunjukkan bagaimana EMT nasional yang telah terverifikasi dapat menerjemahkan standar global menjadi dukungan yang terintegrasi secara lokal, sekaligus membantu menjaga keberlangsungan layanan kesehatan penting selama masa darurat,” jelas Corona.

Keberadaan EMT Muhammadiyah menjadi semakin penting mengingat dampak gempa terhadap sektor kesehatan di NTT. Berdasarkan laporan visualisasi data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 28 Agustus 2026, sebanyak 118 fasilitas pelayanan kesehatan di NTT terdampak bencana. Sementara itu, sebanyak 1.674 orang dilaporkan sakit atau mengalami luka-luka.

EMT Muhammadiyah direncanakan menjalankan misi kemanusiaan selama minimal 30 hari pada masa tanggap darurat. Penugasan tersebut didukung oleh dua roster list, yakni daftar penugasan personel yang disusun berdasarkan peran dan tugas masing-masing anggota tim.

Masing-masing roster list terdiri atas 25 personel yang mencakup dokter, perawat, bidan, apoteker, psikolog, safety and security officer, serta tenaga logistik.

Selain komposisi personel, layanan RS Lapangan EMT Muhammadiyah juga didukung peralatan dan sumber daya manusia yang disiapkan sesuai dengan standar EMT WHO.

Kehadiran EMT Muhammadiyah di Dampek menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah melalui Program Indonesia Siaga untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, sekaligus memperkuat sistem kesehatan lokal dalam menghadapi situasi darurat.

Tinggalkan Balasan