MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Kabar duka datang dari keluarga besar ‘Aisyiyah. Dyah Siti Nur’aini, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2015–2022, wafat pada Sabtu (22/8) dalam usia 69 tahun.
Jenazah almarhumah dimakamkan pada Ahad (23/8) pukul 10.00 WIB di Pemakaman Jomprenan Saripan, Kartasura.
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengenang Dyah Siti Nur’aini sebagai sosok yang hangat, ramah, dan mampu mengayomi orang-orang di sekitarnya.
“Bu Dyah itu sosok yang ngemong. Beliau sangat ramah dan selalu menerima anggota ‘Aisyiyah yang datang kepada beliau dengan baik,” ujar Salmah.
Menurut Salmah, sikap tersebut menjadi salah satu karakter yang membuat almarhumah dekat dengan banyak anggota ‘Aisyiyah. Selama menjalankan amanah sebagai Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Dyah dikenal memiliki peran penting dalam mendampingi, menguatkan, dan menjaga keberlangsungan gerakan ‘Aisyiyah.
Selain pernah menjadi Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Dyah Siti Nur’aini juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah periode 1995–2000. Kiprah panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian almarhumah di Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Kepergian Dyah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Persyarikatan. Sosoknya dikenang bukan hanya melalui amanah kepemimpinan yang pernah diemban, tetapi juga melalui keramahan, kepedulian, dan sikap mengayomi yang senantiasa ditunjukkannya kepada sesama.
PP ‘Aisyiyah menyampaikan doa terbaik agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilaf dan kesalahannya, serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
“Semoga Allah memberikan maghfirah kepada beliau dan menerima seluruh amal kebaikan beliau. Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin,” pungkas Salmah.






