Selasa, 22 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Muhammadiyah Bangun Mindset Berkemajuan dan Berani Berinovasi

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Wamendiktisaintek Dorong Kampus Muhammadiyah Bangun Mindset Berkemajuan dan Berani Berinovasi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia, Fauzan, menghadiri kegiatan Leadership Training (LT) Angkatan XII bagi pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) pada Selasa (14/7). Menurutnya, tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana membangun pola pikir berkemajuan di seluruh elemen institusi.

Fauzan menegaskan bahwa hakikat dari transformasi perguruan tinggi bukan sekadar perubahan fisik, melainkan transformasi pola pikir (mindset transformation). Ia juga menekankan bahwa untuk menjadi besar, sebuah institusi harus bermula dari hal kecil yang didorong oleh semangat progresif.
“Kampus besar tumbuh dari pola pikir pimpinan yang ingin maju,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Fauzan menyoroti pentingnya stabilitas internal sebagai fondasi pertumbuhan institusi pendidikan. Ia mengingatkan bahwa konflik internal di perguruan tinggi swasta selalu bersifat destruktif dan menghambat ekspansi.

“Maka kunci keberhasilan institusi terletak pada kemampuan pimpinan untuk melakukan konsolidasi, yaitu persiapan sebelum melakukan ekspansi peperangan. Seorang pimpinan harus dapat memastikan barisannya rapat sebelum melangkah jauh ke luar,” ujarnya mengutip filosofi kepemimpinan di Muhammadiyah.

Lebih lanjut, Fauzan juga mendorong PTMA untuk menghadirkan kepastian nyata bagi mahasiswa dan orang tua sebagai bentuk tanggung jawab institusi.

Bentuk kepastian tersebut berupa ketetapan durasi lulus dan peluang bekerja. Kampus perlu mendesain sistem agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Selain itu, kurikulum juga harus diselaraskan dengan kebutuhan industri, berbasis program studi yang relevan dan aplikatif.

“Mahasiswa harus diberikan kepastian masa depan. Lulus tepat waktu dan punya peluang kerja yang jelas,” jelasnya.

Terkait regulasi, Fauzan mengajak pimpinan PTMA untuk berani melakukan inovasi dan meninggalkan aturan yang bersifat administratif semata. Menurutnya, aturan dibuat hanya untuk ketertiban, namun kemajuan membutuhkan terobosan kreatif.

“Perlu keberanian untuk melakukan inovasi baru. Jangan hanya bersandar pada aturan, tapi ciptakan terobosan untuk melampauinya,” tuturnya.

Sebagai penutup, Fauzan kembali mengingatkan agar aktivitas kampus tidak kering dari nilai-nilai kemanusiaan (humanisme). Ia mendorong para pimpinan untuk lebih sering memberikan apresiasi langsung kepada mahasiswa berprestasi dan menjalin komunikasi yang hangat dengan orang tua mahasiswa, misalnya melalui pengiriman surat penghargaan resmi.

“Jadikan kampus sebagai pusat pengajaran yang baik. Bangun suasana komunikasi yang nyaman. Menghargai prestasi akan membangun resistensi institusi yang luar biasa,” pungkasnya. (syafa)

Tinggalkan Balasan