Kamis, 1 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Pertolongan Allah Hadir Melalui Kedekatan dengan Al-Qur’an

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Pertolongan Allah Hadir Melalui Kedekatan dengan Al-Qur’an

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus jalan untuk meraih pertolongan Allah Swt. Menurutnya, setiap muslim memiliki kewajiban untuk belajar, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Saad dalam tausiah yang ditayangkan melalui kanal tvMu pada Rabu (29/7). Ia mengawali penjelasannya dengan mengingatkan sabda Nabi Muhammad Saw tentang kemuliaan orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

“Termasuk juga berkaitan dengan keimanan kita bahwa Allah menurunkan kitab Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad,” ujarnya.

Menurut Saad, keimanan kepada Allah menuntut setiap muslim untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an, dimulai dari belajar membacanya, memahami maknanya, hingga mengamalkan kandungannya dalam kehidupan.

“Tentu dimulai dari upaya untuk membunyikannya, membacanya, memahaminya, dan termasuk juga bagaimana menerapkannya dalam kehidupan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa upaya memahami Al-Qur’an telah ditopang oleh khazanah keilmuan Islam yang diwariskan para ulama. Berbagai disiplin ilmu berkembang untuk membantu umat memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah secara benar.

Menurutnya, pemahaman terhadap ajaran Islam tidak hanya memerlukan ilmu tafsir dan hadis, tetapi juga ilmu fikih, ushul fikih, hingga kaidah-kaidah fikih yang menjadi landasan dalam merumuskan hukum Islam.

“Bahkan dalam rumpun ilmu pengetahuan lain, para ilmuwan Islam seperti Ibnu Sina dalam ilmu kedokteran juga tetap mencari rujukan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah,” tuturnya.

Saad menegaskan bahwa besarnya manfaat mempelajari Al-Qur’an tidak boleh membuat seseorang berkecil hati ketika masih mengalami kesulitan dalam membacanya. Justru, usaha tersebut memiliki nilai tersendiri di sisi Allah.

“Ketika ada orang yang masih terbata-bata dalam membunyikan Al-Qur’an, justru itu menjadi bagian penting dalam mendapatkan keridhaan Allah,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, makhraj, dan pengaturan napas (tanaffus) tidak hanya menyempurnakan bacaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik serta melatih kekuatan lisan.

“Dengan begitu juga, lisan kita akan mendapat kekuatan dari aktivitas kita membaca Al-Qur’an,” ujarnya.

Karena itu, Saad mengajak umat Islam untuk menggunakan lisannya sebagai sarana menyebarkan kebaikan, optimisme, dan harapan, serta menghindari ucapan yang bernada negatif maupun pesimistis. Menurutnya, pertolongan Allah dapat hadir melalui berbagai cara yang tidak selalu disangka-sangka.

Menutup tausiahnya, Saad mengingatkan agar umat Islam senantiasa menyadari bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Sebagai manusia yang penuh keterbatasan, sudah semestinya setiap hamba menggantungkan harapan hanya kepada-Nya.

“Dan cara untuk mendapat pertolongan Allah itu, salah satunya adalah dengan membaca firman Allah,” pungkasnya. (syafa)

Tinggalkan Balasan