Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muslim Sejati Terus Menambah Ilmu, Memperbanyak Amal, dan Mencari Rezeki yang Baik

Oleh ilham 3 Menit Min
Muslim Sejati Terus Menambah Ilmu, Memperbanyak Amal, dan Mencari Rezeki yang Baik

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Rahmadi Wibowo mengajak umat Islam menjadikan surga sebagai harapan tertinggi dalam kehidupan. Pesan itu disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Jumat (17/7).

Pada awal khutbahnya, Rahmadi mengajak jamaah mensyukuri nikmat Allah, terutama nikmat usia yang masih diberikan hingga hari ini. Menurutnya, umur merupakan karunia yang sangat berharga karena memberikan kesempatan bagi manusia untuk terus beribadah dan memperbaiki diri.

Ia mengingatkan bahwa umur memiliki sifat yang unik. Secara hitungan bertambah, tetapi hakikatnya justru semakin berkurang. Karena itu, setiap muslim harus mampu memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya untuk mendekat kepada Allah.

Rahmadi juga mengajak jamaah memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw. sebagai teladan terbaik bagi seluruh manusia. Ia menegaskan bahwa mengikuti tuntunan Rasulullah merupakan jalan untuk memperoleh keselamatan dan menjadi bagian dari umat yang berhak mendapatkan syafaat serta masuk surga.

Menurutnya, pelaksanaan salat Jumat merupakan salah satu bentuk nyata mengikuti sunnah Rasulullah. Karena itu, kehadiran kaum muslimin di masjid hendaknya menjadi bagian dari upaya terus meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kepada Allah.

Dalam khutbahnya, Rahmadi menjelaskan bahwa salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada manusia ialah diturunkannya agama Islam. Agama ini tidak hanya mengatur tata cara ibadah, tetapi juga menanamkan optimisme dan harapan dalam kehidupan.

Ia menilai harapan merupakan kebutuhan mendasar setiap manusia. Kehilangan harapan dapat membawa seseorang pada keputusasaan, bahkan mendorong tindakan yang merusak diri sendiri. Sebaliknya, orang yang merasa telah mencapai seluruh cita-cita dunia juga dapat kehilangan semangat karena menganggap tidak lagi memiliki tujuan.

“Harapan harus selalu hidup dalam diri seorang muslim. Kita berharap hari esok lebih baik daripada hari ini, dan berharap anak-anak kita menjadi generasi yang lebih baik daripada kita,” ujarnya.

Rahmadi kemudian mengutip perkataan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menggambarkan semangat untuk terus berkembang. Umar bin Abdul Aziz menyatakan bahwa setiap kali berhasil meraih sesuatu di dunia, dirinya selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik hingga akhirnya menyadari bahwa tujuan tertinggi yang layak diharapkan adalah surga.

Dari kisah tersebut, Rahmadi menegaskan bahwa seorang muslim boleh memiliki cita-cita duniawi, tetapi cita-cita tertinggi yang harus ditanamkan adalah memperoleh surga Allah.

Untuk memperkuat pesan itu, ia mengulas kisah Nabi Adam dan Iblis dalam Al-Qur’an. Keduanya sama-sama pernah melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah, tetapi memperoleh akhir yang berbeda.

Menurutnya, Nabi Adam mengakui kesalahannya dan memohon ampun kepada Allah melalui doa, “Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa illam tagfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal khāsirīn.” Karena taubatnya diterima, Nabi Adam memperoleh rahmat Allah. Sebaliknya, Iblis menolak mengakui kesalahan, bahkan merasa dirinya lebih baik daripada Adam sehingga terusir dan tidak kembali memperoleh kemuliaan.

“Dari kisah itu kita belajar bahwa ketika melakukan kesalahan, seorang mukmin harus berani mengakuinya, meminta maaf kepada sesama manusia jika berkaitan dengan hak mereka, dan memohon ampun kepada Allah,” jelasnya.

Rahmadi menambahkan bahwa istigfar harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seorang muslim. Ia mengingatkan berbagai riwayat yang menyebut Rasulullah saw. beristigfar puluhan hingga seratus kali dalam sehari, termasuk membaca Sayyidul Istigfar sebagai doa memohon ampunan kepada Allah.

Pada khutbah kedua, Rahmadi kembali mengangkat pesan Umar bin Abdul Aziz mengenai pentingnya memiliki jiwa yang selalu ingin bertumbuh. Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang harus terus ditingkatkan oleh setiap muslim.

Pertama ialah ilmu. Ia menegaskan bahwa seorang muslim merupakan pembelajar sepanjang hayat yang senantiasa membaca, mendengar, dan menambah pengetahuan sebagaimana doa Al-Qur’an, “Rabbi zidnī ‘ilmā.”

Kedua ialah amal. Rahmadi mengingatkan bahwa amal tidak terbatas pada ibadah mahdah seperti salat, tetapi juga mencakup seluruh perilaku sehari-hari, termasuk ucapan kepada pasangan, anak, keluarga, maupun sesama.

Adapun aspek ketiga ialah rezeki. Ia mendorong jamaah untuk meningkatkan rezeki, bukan sekadar dari sisi jumlah, melainkan juga kualitasnya sehingga menjadi rezeki yang halal, baik, dan membawa keberkahan.

Sebagai penutup, Rahmadi mengajak jamaah memanjatkan doa yang diajarkan Rasulullah saw., “Allāhumma innī as’aluka ‘ilman nāfi’an, wa rizqan ṭayyiban…” sebagai ikhtiar memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, serta keberhasilan hidup di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan