Jumat, 2 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah dan Dewan Imam Nasional Australia Perkuat Kerja Sama Internasional

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Muhammadiyah dan Dewan Imam Nasional Australia Perkuat Kerja Sama Internasional

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah menerima kunjungan Presiden Dewan Imam Nasional Australia, Sheikh Shadi Alsuleiman dalam sebuah pertemuan produktif yang didukung oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Rabu (15/7).

Agenda tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara komunitas Muslim Indonesia dan Australia di tengah tantangan global yang semakin kompleks serta masyarakat yang semakin multikultural.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Australia harus dibangun tidak hanya melalui kerja sama antarnegara, tapi juga diperkuat oleh hubungan antarmasyarakat yang berlandaskan nilai keislaman.

“Muhammadiyah memandang hubungan Indonesia dan Australia bukan sekadar hubungn antarnegara. Lebih jauh, keduanya juga memiliki hubungan antarmasyarakat yang perlu diperkuat melalui pendidikan, dialog, dan kerja sama kemanusiaan,” ujar Syafiq.

Sementara itu, Imam Shadi Alsuleyman menilai bahwa kolaborasi kedua pihak menjadi langkah penting dalam penguatan peran komunitas muslim dalam menjawab tantangan masyarakat modern yang semakin beragam.

Dalam hal itu, Imam menilai pentingnya sebuah narasi keislaman yang moderat, inklusif, dan relevan menjawab tantangan zaman.

“Kita butuh narasi Islam yang moderat, inklusif, dan relevan dengan tatangan zaman. Generasi muda Muslim yang hidup di tengah masyarakat multikultural dalam hal ini tentu membutuhkan teladan dan ruang kolaborasi agar mampu menjadi bagian dari solusi kemasyarakatan,” kata Imam.

Lebih jauh, dalam kesempatan bermakna ini, LHKI melalui pemaparan Sekretaris LHKI PP Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah turut memperkenalkan gagasan “Peace and Conflict Fellowship”, sebuah inisiatif pengembangan kapasitas dan jejaring bagi generasi muda, pemimpin komunitas, akademisi, dan praktisi yang bergerak di bidang perdamaian dan transformasi konflik.

Selain itu, sejumlah peluang kerja sama strategis juga dibahas. Antara lain: 1) Global Muslim Leadership, yaitu pengembangan kepemimpinan komunitas Muslim yang mampu berkontribusi secara konstruktif di masyarakat yang majemuk dan multikultural, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. 2) Youth and Professional Exchange, yaitu penguatan jejaring mahasiswa dan profesional muda Indonesia-Australia melalui berbagai skema pertukaran dan pengembangan kapasitas, termasuk pemanfaatan program seperti Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) dan Muslims for Shared Actions on Climate Impact (MOSAIC).

Gagasan yang disampaikan Yayah kemudian mendapatkan sambutan positif dari Imam Shadi dan para mitra Australia yang menyatakan minat untuk mendiskusikan lebih lanjut terkait kolaborasi dan pengembangannya di masa yang akan datang.

“Muhammadiyah percaya bahwa dialog, kolaborasi, dan saling belajar antar komunitas Muslim dunia merupakan investasi penting bagi perdamaian dan peradaban global,” ucap Yayah menegaskan.

Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Ketua LHKI PP Muhammadiyah, Imam Addaraqutni, Dubes Bunyan Saptomo, Political Counsellor Kedutaan Besar Australia, Kate Fletcher, dan Bidang Development Anggina Hanum.

Pertemuan ini menegaskan kembali komitmen Muhammadiyah untuk terus membangun kemitraan Internasional yang berorientasi kepada perdamaian, penguatan masyarakat sipil, dan pengembangan kepemimpinan Muslim global.

Di tengah dinamika geopolitik dan transformasi digital yang berlangsung cepat, kolaborasi lintas negara dan lintas komunitas menjadi semakin penting untuk menghadirkan solusi bersama bagi tantangan kemanusiaan dan masa depan umat yang damai, inklusif, dan berkeadaban. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan