Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhadjir Effendy: Lulusan Kampus Muhammadiyah Harus Adaptif Hadapi Perubahan dan Era AI

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Muhadjir Effendy: Lulusan Kampus Muhammadiyah Harus Adaptif Hadapi Perubahan dan Era AI

MUHAMMADIYAH.OR.ID, GORONTALO – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa lulusan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) harus memiliki kesiapan menghadapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya menguasai satu disiplin ilmu, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, terus belajar, dan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Muhadjir saat memberikan sambutan pada Resepsi Milad ke-18 dan Wisuda ke-23 Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Selasa (14/7).

Muhadjir menjelaskan bahwa dunia saat ini berada pada era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), yang ditandai dengan perubahan yang cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Menurutnya, kemajuan teknologi, termasuk perkembangan Artificial Intelligence (AI), akan mengubah hampir seluruh sektor kehidupan sehingga lulusan perguruan tinggi harus memiliki kapasitas untuk terus menyesuaikan diri.

“Kalian tidak bisa hanya mengandalkan satu disiplin ilmu untuk menyelesaikan persoalan. Dunia membutuhkan kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan terus belajar,” ujarnya.

Selain menyiapkan lulusan agar mampu menghadapi tantangan masa depan, Muhadjir juga mengapresiasi perkembangan UMGO yang dinilainya menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu capaian strategis tersebut adalah pengembangan Program Studi Kedokteran yang dinilai sejalan dengan upaya Muhammadiyah membantu memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Indonesia.

Menurut Muhadjir, keberadaan Program Studi Kedokteran di perguruan tinggi Muhammadiyah harus diiringi dengan komitmen memberikan akses pendidikan kepada putra-putri daerah yang memiliki potensi akademik, terutama melalui program beasiswa.

Ia berharap para penerima beasiswa tersebut kelak kembali ke daerah asal untuk mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan masyarakat.

“Saya berharap perguruan tinggi Muhammadiyah dapat memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah yang berprestasi melalui beasiswa pendidikan kedokteran agar mereka dapat kembali mengabdi di daerah asalnya,” pesannya.

Menutup sambutannya, Muhadjir mengingatkan para wisudawan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan untuk terus mengembangkan diri, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. Menurutnya, gelar akademik harus menjadi bekal untuk menghadapi dinamika zaman sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. (taufik)

Tinggalkan Balasan