Selasa, 22 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Kekayaan Muhammadiyah Tersebar, Salah Satu yang Terbesar di PCM Gombong

Oleh aanardianto 2 Menit Min
Kekayaan Muhammadiyah Tersebar, Salah Satu yang Terbesar di PCM Gombong

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KEBUMEN – Kekayaan atau aset Muhammadiyah tidak terpusat di Pimpinan Pusat, tapi tersebar di Wilayah, Daerah, maupun Cabang, sampai Ranting tetap dengan satu kepemilikan yaitu Persyarikatan Muhammadiyah.

Di antaranya kekayaan Persyarikatan Muhammadiyah ini terdapat di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong, Kabupaten Kebumen. Di mana PCM Gombong memiliki Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti lima rumah sakit, lima klinik, dan satu universitas.

“Ada lima rumah sakit dan lima klinik dengan omset sekitar 450 miliar per tahun. Omsetnya 450 miliar, tapi jangan ditanya hutangnya berapa,” ungkap Ketua PCM Gombong, Mohammad Yahya Fuad, Ahad (19/7) di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo).

Lima rumah sakit yang berada di bawah pengelolaan PCM Gombong ini tersebar di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Kebumen, Banyumas, dua Cilacap, dan di Kabupaten Purworejo.

Rumah sakit terbesarnya adalah RS PKU Muhammadiyah Gombong yang bertipe B, kemudian RS PKU Muhammadiyah Amanah Sumpiuh, RS PKU Muhammadiyah Aghisna Kroya, RSU Aghisna Medika Sidareja, dan RSU Aisyiyah Purworejo.

Selain AUM, PCM Gombong juga memiliki beberapa unit usaha lain meliputi Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM), Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi, beberapa minimarket, dan unit usaha lainnya.

Menggerakkan Kaum Muda, Mengembangkan Muhammadiyah

Meskipun demikian, ukuran untuk penilaian sehingga PCM Gombong mendapat predikat best of the best PCM se-Indonesia dalam CRM Award VI adalah perhatian dan pelibatan anak muda untuk menggerakkan PCM Gombong.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Jamaludin Ahmad.

“Jumlah AUM, lima rumah sakit dan satu universitas itu bukan penilaian utama yang kami lakukan,” kata Jamal.

Jamal menceritakan, untuk menyelenggarakan CRM Award VII di Gombong pada Januari 2027 mendatang, pihaknya sangat bergembira karena PCM Gombong banyak melibatkan anak-anak muda.

Terkait itu, LPCRPM PP Muhammadiyah setelah Rakernas di Purwokerto tahun 2023 membuat arah baru kebijakan, yakni kepengurusan LPCRPM di setiap tingkatan untuk setidaknya melibatkan 40 persen anak muda di bawah usia 40 tahun.

Selain itu, penilaian yang digunakan adalah apakah keberadaan Cabang maupun Ranting yang maju itu berdampak pada Cabang dan Ranting sekitarnya. Sebab kemajuan harus diraih bersama, tidak secara sepihak.

Tak Hanya Gombong

LPCRPM PP Muhammadiyah sampai tahun 2026 ini telah menyelenggarakan CRM Award sebanyak enam kali. Dari agenda rutin itu dapat dilihat sebaran Cabang maupun Ranting Muhammadiyah terbaik di Indonesia, dan itu tidak hanya di Jawa.

Pertama kali CRM Award diselenggarakan di PCM Babat, Kabupaten Lamongan. Sebagai tuan rumah, PCM Babat tidak dengan tangan kosong. Misalnya saja, di PCM Babat memiliki dua rumah sakit, perumahan, dan unit usaha lainnya.

Selanjutnya ada PCM Gunungpring di Magelang, PCM Limbung di Gowa, PCM Sepanjang-Taman di Sidoarjo, PCM Ilir Timur 1 di Palembang, PCM Banjarmasin, PCM Cileungsi, PCM Prambanan, PCM GKB Gresik, PCM Rappang, PCM Rawamangun di Pulogadung, dan PCM Minggir di Sleman.

Tinggalkan Balasan