Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Kampus Muhammadiyah Harus Menjadi Ruang Aman, Ramah, dan Inklusif bagi Semua

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Kampus Muhammadiyah Harus Menjadi Ruang Aman, Ramah, dan Inklusif bagi Semua

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Komitmen Universitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terus diteguhkan melalui berbagai gerakan. Salah satu yang terbaru adalah melalui Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui penyelenggaraan Talkshow Inklusivitas sekaligus peluncuran UMY Magz Edisi ke-7 yang bertemakan “Ruang Aman untuk Semua”, bertempat di Public Space Lantai 1 Perpustakaan UMY.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang diskusi dan refleksi bersama mengenai pentingnya menciptakan kampus yang inklusif, setara dan bebas dari diskriminasi.

Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bachtiar Dwi Kurniawan, menyampaikan bahwa UMY terus berkomitmen untuk menjadi kampus inklusif dengan mengadirkan akses yang setara bagi seluruh warga kampus. Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui pelayanan dan kebijakan, tetapi juga penyediaan infrastruktur yang ramah bagi semua kalangan tanpa memandang usia maupun kondisi.

“UMY berkomitmen memberikan akses nyaman dan aman bagi semua. Kami tidak membedakan antara yang lebih muda ataupun yang lebih senior. Karena itu, kami terus membangun dan memperbaiki berbagai fasilitas kampus agar dapat diakses oleh seluruh warga kampus,” ujar Bachtiar yang juga merupakan Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat (MPKSDI PP) Muhammadiyah dalam keterangannya pada Senin (20/7).

Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa penyediaan akses akan semakin ditingkatkan bagi penyandang disabilitas. Dengan ini UMY menegaskan bahwa kampus harus hadir dalam menghargai keberagaman dan nilai kemanusiaan.

“Tentu ini sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang menjunjung tinggi kesetaraan dan kemanusiaan. Karena itu, UMY terus berupaya menciptakan lingkungan kampus yang ramah, aman, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh civitas akademika untuk berkembang tanpa diskriminasi,” ucapnya.

Seperti yang dipaparkan Bachtiar diatas, UMY kini telah melakukan berbagai pengembangan dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung. Salah satunya adalah pengembangan fasilitas ibadah yang ramah bagi penyandang disabilitas. Bachtiar mengungkap bahwa pihak kampus telah mengusulkan pembangunan lift di Masjid KH. Ahmad Dahlan UMY sebagai akses menuju lantai 1 dan 2. Dengan begitu ia berharap seluruh jamaah, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, dapat beribadah dengan nyaman dan mudah.

“Prinsipnya, UMY adalah kampus untuk semua tanpa diskriminasi,” tambah Bachtiar menegaskan.

Menurut Bachtiar, inklusivitas di kampus Muhammadiyah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fasilitas, tetapi juga harus hadir dalam proses pembelajaran, pelayanan, hingga aktivitas peribadatan. Dengan demikian, seluruh civitas akademika dapat merasakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan menggembirakan.

Ia berharap semangat membangun ruang yang inklusif dapat terus tumbuh di lingkungan kampus melalui kolaborasi seluruh civitas akademika. Dengan dukungan berbagai pihak, Muhammadiyah melalui PTMA nya berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan dan layanan yang memberikan kesempatan setara, sehingga setiap individu dapat belajar, beraktivitas, dan berkembang dengan aman, nyaman, dan bermartabat. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan