Sabtu, 3 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Kampus Muhammadiyah Dipacu Tembus Panggung Kelas Dunia

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Kampus Muhammadiyah Dipacu Tembus Panggung Kelas Dunia

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Workshop Pendampingan Peningkatan Reputasi Global Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) pada 14–16 Juli 2026 di UMY Dormitory, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari 20 PTMA unggulan di Indonesia yang terdiri atas pimpinan perguruan tinggi serta pengelola bidang penjaminan mutu, riset, kerja sama internasional, dan pemeringkatan institusi.

Workshop tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola PTMA menuju pengakuan internasional melalui peningkatan kinerja pada berbagai indikator QS World University Rankings (QS WUR/QS Asia University Rankings) dan Times Higher Education (THE World University Rankings dan THE Impact Rankings).

Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Moh Mudzakir, menegaskan bahwa reputasi global bukan sekadar mengejar posisi dalam pemeringkatan internasional, melainkan upaya menunjukkan kualitas serta kontribusi nyata PTMA terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan global.

“Reputasi global merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas perguruan tinggi. Ketika reputasi meningkat, PTMA memiliki nilai dan daya tawar yang lebih kuat dalam membangun kolaborasi internasional, memperoleh hibah riset, menarik mahasiswa asing, serta memperluas kontribusi keilmuan di tingkat dunia,” ujarnya pada Selasa (14/7).

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Nurmandi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai PTMA di Indonesia.
Ia menilai komitmen para pimpinan dan pengelola penjaminan mutu untuk bersama-sama belajar dan menyusun strategi penguatan reputasi institusi merupakan modal penting bagi kemajuan PTMA di masa depan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen para pimpinan dan pengelola penjaminan mutu PTMA yang hadir di Yogyakarta untuk bersama-sama belajar dan menyusun strategi penguatan reputasi institusi. Komitmen ini menjadi modal penting bagi kemajuan PTMA di masa depan,” katanya.

Menurut Nurmandi, pemeringkatan internasional sejatinya merupakan buah dari budaya mutu yang dibangun secara konsisten.

“Ranking bukan tujuan akhir. Ranking adalah konsekuensi dari proses peningkatan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika kualitas pendidikan, riset, internasionalisasi, dan tata kelola terus diperbaiki, maka pengakuan internasional akan mengikuti,” jelasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pendampingan intensif mengenai strategi peningkatan reputasi global. Materi yang diberikan meliputi pemahaman metodologi QS dan THE, penguatan tata kelola data institusi, peningkatan kualitas publikasi dan sitasi internasional, serta pengembangan jejaring kolaborasi global.

Pendampingan teknis dipimpin oleh Mega Hidayati bersama tim fasilitator Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Setiap PTMA dibimbing secara langsung untuk menyusun dokumen strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing institusi.

Sebagai luaran workshop, setiap PTMA berhasil menyusun baseline indikator pemeringkatan internasional, Roadmap Reputasi Global 2026–2030, serta Action Plan 2026–2027. Dokumen tersebut menjadi pijakan awal dalam implementasi strategi peningkatan reputasi institusi secara terukur dan berkelanjutan.

Usai workshop, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah akan melanjutkan pendampingan melalui program coaching berkala, monitoring capaian indikator, serta evaluasi tahunan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan jumlah PTMA yang masuk dalam pemeringkatan QS maupun Times Higher Education, sekaligus memperkuat daya saing PTMA di tingkat global.

Tinggalkan Balasan