Senin, 5 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Aktualisasi Pilar Ekonomi, Muhammadiyah Kembali Resmikan Mentari Mart di Palembang

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Aktualisasi Pilar Ekonomi, Muhammadiyah Kembali Resmikan Mentari Mart di Palembang

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PALEMBANG – Muhammadiyah terus memperkuat komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui pengembangan sektor bisnis. Setelah meresmikan gerai Mentari Mart di Banjarmasin bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, kini Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, meresmikan gerai Mentari Mart yang berlokasi di kawasan Palembang, Selasa (28/7).

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah mengaktualisasikan pilar ketiga gerakan persyarikatan, yakni pengembangan sektor ekonomi sebagai penopang dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Muhadjir mengingatkan bahwa gagasan memperkuat pilar ekonomi telah menjadi keputusan penting dalam Muktamar Muhammadiyah di Makassar pada 2015. Menurutnya, Muhammadiyah selama ini telah memiliki kekuatan pada bidang pendidikan dan kesehatan, sehingga pembangunan sektor ekonomi menjadi agenda strategis yang harus terus diwujudkan.

“Waktu Muktamar di Makassar tahun 2015, kira-kira 10 tahun yang lalu, ada keputusan yang sangat penting dari Muktamar yaitu bahwa Muhammadiyah harus membangun pilar ketiga. Pilar pertama di bidang pendidikan, pilar kedua di bidang kesehatan, dan pilar ketiga adalah bidang ekonomi,” jelas Muhadjir.

Ia menambahkan, amanat tersebut semakin dipertegas dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam mewujudkan kesejahteraan umat.

Menurut Muhadjir, pengembangan sektor ekonomi Muhammadiyah dikemas dalam konsep korporasi sosial keagamaan, sebuah model usaha yang tidak semata mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan nilai dakwah dan kemaslahatan.

Konsep tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang menghadirkan pencerahan sekaligus solusi atas persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kalau korporasi secara umum, baik private corporation maupun state corporation, maka keuntungannya akan dimiliki oleh owner, oleh pemilik. Tapi kalau Muhammadiyah, karena pemiliknya adalah umat, maka nanti keuntungannya itu akan dikembalikan kepada umat,” tegas Muhadjir.

Kehadiran Mentari Mart di Palembang juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang. Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi Muhammadiyah, gerai ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Muhammadiyah akan merangkul para pedagang kaki lima yang berada di sekitar kawasan Mentari Mart. Melalui koordinasi Universitas Muhammadiyah Palembang, para pedagang akan mendapatkan pendampingan dan pembinaan agar mampu meningkatkan kapasitas usaha serta berkembang secara berkelanjutan.

Melalui peresmian Mentari Mart di Palembang, Muhammadiyah menegaskan bahwa penguatan ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan dakwah persyarikatan. Dengan mengembangkan model korporasi sosial yang hasilnya dikembalikan untuk kepentingan umat, Muhammadiyah berharap kehadiran Mentari Mart tidak hanya menjadi pusat kegiatan bisnis, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan di berbagai daerah. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan