Selasa, 22 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah Hadirkan Islam Berkemajuan untuk Membangun Dunia yang Damai

Oleh aanardianto 2 Menit Min
Muhammadiyah Hadirkan Islam Berkemajuan untuk Membangun Dunia yang Damai

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SIDOARJO – Dalam beberapa waktu terakhir, nama Muhammadiyah mendapat respon positif, baik di kalangan warganet Indonesia, maupun oleh warga global. Namun berbagai sanjungan itu jangan membuat terlena.

Pesan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq Mughni dalam Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Tak bisa dipungkiri, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar ini menuai pujian dan sanjungan berkat kepiawaiannya dalam mengelola berbagai bentuk pelayanan kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan universal dengan perspektif Islam Berkemajuan.

Syafiq Mughni menceritakan, menurut Robert W. Heffner, Muhammadiyah menjadi organisasi Islam paling sukses di dunia dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Pernyataan ini tidak main-main, sebab keluar dari Indoseniasis – bukan pengakuan sepihak dari internal Muhammadiyah.

“Oleh karena itu kita menyambut dorongan untuk terus memperkuat diri (Muhammadiyah),” katanya pada Ahad (31/5).

Namun di sisi lain, terdapat fakta bahwa dunia global sedang mengalami islamophobia yaitu ketakutan dan prasangka buruk terhadap Islam dan umat muslim. Fakta ini harus direspon dengan bijak, tidak terus menerus menghardik eksternal.

Adanya islamophobia ini, kata Syafiq, merupakan ketakutan non-muslim akan gambaran aturan yang diterapkan dalam Islam ketika terjadinya Perang Salib. Orang Islam digambarkan sebagai kelompok yang haus kekuasaan dan mudah menumpahkan darah.

“Padahal sebenarnya tidak demikian. Malah sebaliknya ketika Umar bin Khattab masuk ke Kota Yerusalem dan menguasai kota itu, maka Umar mengatakan semuanya aman,” ungkap Syafiq.

Oleh karena itu, Muhammadiyah kini hadir melalui gerakan internasionalisasi untuk menjadi bagian dalam mempromosikan kebaikan-kebaikan Islam. Salah langkah strategis yang diambil adalah bergabung dengan Ecosoc, sebuah lembaga ekonomi dan sosial untuk pembangunan berkelanjutan di bawah naungan PBB.

Selain itu, Muhammadiyah juga memiliki hubungan erat dan rekam jejak yang kuat dengan lembaga global lintas iman untuk perdamaian dunia seperti Religions for Peace, yang dahulu dikenal sebagai World Conference on Religion for Peace atau WCRP.

Tinggalkan Balasan