Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Muhammadiyah dan East London Mosque Bahas Kerja Sama Strategis di Bidang Sosial dan Pendidikan

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Muhammadiyah dan East London Mosque Bahas Kerja Sama Strategis di Bidang Sosial dan Pendidikan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, LONDON – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia, bersama KIBAR (Keluarga Islam Indonesia Di Britania Raya (KIBAR) menjajaki kolaborasi strategis dengan East London Mosque (ELM) yang merupakan salah satu pusat kegiatan Islam terbesar di Inggris khususnya di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas di London.

Langkah ini, menurut Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian, merupakan langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara Muhammadiyah selaku organisasi Islam terbesar di Indonesia dan lembaga Islam yang memiliki peran penting di Inggris.

“Tentu ini membuka peluang kerja sama yang semakin luas dalam bidang pendidikan kesejahteraan sosial, serta penguatan kontribusi diaspora Indonesia bagi masyarakat Inggris,” ungkap Ince pada Rabu (17/6).

Agenda ini berlangsung di kawasan Whitechapel, London dimana delegasi Muhammadiyah diterima baik oleh Chief Executive Officer (CEO) East London Mosqie, Junaid Ahmed, bersama dengan Head of Programmes & Maryam Centre, Sufia Alam.

Beberapa agenda yang dibahas meliputi: pendampingan bagi warga lanjut usia, pertukaran akademisi dan cendekiawan Indonesia-Inggris, dan pengembangan program pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kemasyarakatan.

Selain itu, PCIM London juga berkesempatan mengunjungi Barakah Khan Visitor Gallery yang digunakan sebagai sarana edukasi dan pengenalan sejarah perkembangan East London Mosque kepada masyarakat.

“Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial yang mana ini menjadi dasar bagi pengembangan program bersama di Inggris,” ujar Ince.

“Dan kami berharap dialog yang telah dimulai dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” tambahnya.

Agenda tersebut diakhiri dengan perjanjian untuk melanjutkan pembahasan teknis guna menyusun berbagai program kolaborasi di berbagai bidang: sosial, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas secara berkelanjutan. (Bhisma)

Tinggalkan Balasan