Senin, 28 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Awalnya Dianggap Tempat ‘Buang Jin’, UMM kini jadi Pelopor Kemajuan Kampus Muhammadiyah

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Awalnya Dianggap Tempat ‘Buang Jin’, UMM kini jadi Pelopor Kemajuan Kampus Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG – Kunjungi Malang, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir groundbreaking pabrik infus Suryavena dan resmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (11/6).

Haedar mengapresiasi GKB 5 UMM setinggi 11 lantai yang dinilainya megah dan artistik. Terlebih UMM berperan besar untuk kemajuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.

“Selalu ada tonggak baru yang dikembangkan UM Malang dan menjadi eksemplar contoh bagi yang untuk mengembangkannya. Saya tidak sedang berbasa-basi, karena memberi kesaksian yang objektif,” ungkap Haedar.

Dahulu sebelum adanya kampus I UMM, kawasan ini dikenal angker bahkan disebut-sebut sebagai tempat orang buang anak jin. Namun berkat ketelatenan para pendahulu Muhammadiyah, daerah ini sekarang maju dan serba ada.

“Sini yang dulu tidak ada yang melirik untuk punya kampus di kawasan itu, yang konon katanya tempatnya jin. Tapi para tokoh Muhammadiyah bersahabat dengan jin, sehingga kita bisa membangun dan jin pun ikut berdoa,” kelakar Haedar.

Kini, UMM menjadi barometer kemajuan 164 PTMA. Sekaligus menjadi tokoh-tokoh yang diberi amanat oleh negara untuk menjadi menteri. Mulai dari pak Malik Fadjar, Muhadjir Effendy, sampai Fauzan.

Oleh karena itu, Haedar berpesan supaya UMM ini menjaga karakter dasarnya sehingga mampu melahirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah kuat pada prinsip, menjaga akhlak, integritas, amanah, sekaligus profesional.

“Karena itu bagi para mahasiswa harus dibangun istilahnya the greatest tradition, tradisi besar. Jadi UM Malang itu sudah meletakkan dasar kemajuan yang unggul dan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik melaporkan, GKB 5 UMM ini dibangun secara swasembada dan swakelola termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh UMM dan beberapa konsultan.

“Alhamdulillah kita sudah mulai memanfaatkan gedung ini sejak tahun 2025 lalu sambil terus melakukan penyesuaian,” katanya.

Selain itu, Nazaruddin Malik menjelaskan bahwa GKB 5 UMM ini juga mencatat sejarah sebagai gedung pertama yang diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan