Selasa, 22 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

UM Maluku Perkuat Nilai Al-Islam dan Kepemimpinan Mahasiswa

Oleh timredaksi 2 Menit Min
UM Maluku Perkuat Nilai Al-Islam dan Kepemimpinan Mahasiswa

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALUKU – Universitas Muhammadiyah (UM) Maluku resmi membuka agenda pembinaan karakter mahasiswa melalui Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) yang dipadukan dengan Darul Arqam Dasar (DAD). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 22–24 Mei 2026, di Aula BPMP Provinsi Maluku.

Program tersebut diikuti ratusan mahasiswa semester II sebagai bagian dari penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, pembinaan karakter, serta pelatihan kepemimpinan kader muda Muhammadiyah.

BAM dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan kepada mahasiswa. Sementara bagi peserta non-Muslim, materi disesuaikan dalam bentuk pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai universal. Adapun DAD menjadi ruang perkaderan formal dan pelatihan kepemimpinan bagi calon kader aktif Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Pembukaan kegiatan ini dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Muh. Thaib Hunsow beserta jajaran majelis PWM, Badan Pembina Harian (BPH) UM Maluku, serta Ketua DPD IMM Maluku. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Majelis Dikdasmen PWM Maluku dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Ambon.

Wakil Rektor I UM Maluku,  Andi Thamrin, menegaskan bahwa pembinaan generasi muda di lingkungan perguruan tinggi merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan Persyarikatan Muhammadiyah.

Menurutnya, penguatan akademik harus berjalan seiring dengan pembinaan ideologi dan spiritualitas mahasiswa.

“Mahasiswa wajib dibina secara seimbang antara aspek akademik, ideologi, dan spiritualitas. Wadah Baitul Arqam dan Darul Arqam Dasar menjadi salah satu instrumen penting untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.

Ia juga menekankan komitmen UM Maluku dalam menjaga nilai inklusivitas dan toleransi di lingkungan kampus. Menurutnya, seluruh mahasiswa, termasuk non-Muslim, tetap memperoleh ruang pembinaan yang relevan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Kita tetap menjunjung tinggi nilai toleransi. Ada mahasiswa non-Muslim di kampus ini, dan mereka juga mendapatkan pembinaan yang relevan sesuai porsinya,” tambahnya.

Melalui kombinasi materi keagamaan, diskusi interaktif, pelatihan kepemimpinan, dan penguatan mental selama kegiatan berlangsung, UM Maluku berharap mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan kepemimpinan, dan akhlak yang baik sebagai kader persyarikatan maupun pemimpin masa depan.

Tinggalkan Balasan