Jumat, 2 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Syafiq Mughni: Dunia Merindukan Islam yang Kuat, Adil, dan Membawa Kedamaian

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Syafiq Mughni: Dunia Merindukan Islam yang Kuat, Adil, dan Membawa Kedamaian

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Salah satu keuntungan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang tidak condong ke satu mazhab adalah memiliki keleluasaan dalam memandang fenomena keagamaan, maupun ideologi.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq Mughni pada Kamis (21/5) dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan STAI Sadra, di Jakarta Selatan.

Muhammadiyah yang tidak condong ke salah satu mazhab, katanya, memiliki keleluasaan dalam memandang isu Suni dan Syiah, yang sampai sekarang masih kerap muncul jadi polemik di kalangan umat Islam.

Pandangan Muhammadiyah ini sebagai usaha menjaga kesatuan umat Islam–sehingga menjadi kuat. Sebab sampai sejauh ini umat Islam masih merindukan persatuan untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lalu.

“Kita merindukan Islam ini menjadi sebuah kekuatan, yang tentunya tidak kekuatan yang ekslusif. Bukan kekuatan untuk dirinya sendiri, tetapi kekuatan untuk membangun dunia yang lebih aman dan lebih berkeadilan,” katanya.

Dunia aman dan lebih berkeadilan menjadi kebutuhan dan harapan yang dinanti oleh manusia sekarang. Maka kekuatan dan kemajuan umat Islam diharapkan dapat memenuhi penantian panjang umat manusia.

“Itu tentu sangat dibutuhkan oleh semua umat manusia tanpa pandang agama, tanpa pandang afiliasi atau aliran pemikiran di dalam Islam itu,” ungkapnya.

Dalam seminar yang bertajuk “Kiprah dan Pemikiran Syahid Ayatullah Sayyid Ali Khamenei RA” itu Syafiq mendedahkan, Revolusi Iran yang terjadi pada 1970 an menjadi tolak balik harapan umat Islam dunia, bahwa Islam akan kembali kuat.

Guru Besar Sejarah Islam ini menyampaikan, Revolusi Iran yang disambut antusias oleh dunia Islam masa itu bukan hanya karena Irannya saja, tapi lebih kepada kekalahan Amerika Serikat sebab banyak menghegemoni dunia Islam.

Belajar Kepemimpinan dari Ali Khamenei

Sosok prestisius yang muncul dari Revolusi Iran adalah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Pemimpin tertinggi Iran ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang lengkap karena kapasitas intelektual, filosofis, ideolog, dan agamawan.

“Kalau kita lihat sekarang ini di negara-negara itu kebanyakan mereka adalah politisi, atau mereka adalah orator karena pintar bicara saja kemudian terpilih menjadi presiden,” kata Syafiq.

Sosok Ali Khamenei, sambung Syafiq, bisa menjadi role model pemimpin masa depan, yang memiliki kapasitas keilmuan, agama, filosofi, ideologi, hingga politik. Sebab tantangan dunia ke depan semakin kompleks.

Di sisi lain alih-alih memiliki kapasitas, pemimpin dunia sekarang ini kerap kali tidak memiliki kemampuan tetapi karena memiliki uang, atau didukung para pemodal, dia dapat meraih kekuasaannya itu.

Sementara, dalam konsep pemerintahan yang dapat diambil pelajar dari Republik Islam Iran adalah tidak adanya pemisahan antara agama dan kehidupan politik – agama bukan sebagai penghalang kemajuan bangsa.

Tinggalkan Balasan