Selasa, 6 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Salmah Orbayinah Soroti Pentingnya Peran Perempuan dalam Membangun Perdamaian

Oleh timredaksi • • 3 Menit Min
Salmah Orbayinah Soroti Pentingnya Peran Perempuan dalam Membangun Perdamaian

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah menegaskan pentingnya memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian di tengah berbagai krisis kemanusiaan global yang terjadi saat ini.

Hal itu disampaikan dalam Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang digelar di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta pada Selasa, (19/5).

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi momentum refleksi gerakan dakwah kemanusiaan yang selama ini dijalankan ‘Aisyiyah dalam berbagai bidang kehidupan.

Menurut Salmah, dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah dibangun atas prinsip kasih sayang, toleransi, dan perdamaian sebagai wujud Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Pendekatan dakwah kemanusiaan berperan penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, di mana perbedaan agama, budaya, dan pandangan hidup dapat dihargai dan dikelola dengan bijak,” ujarnya.

 Peran ‘Aisyiyah dalam Dakwah Kemanusiaan

Salmah menjelaskan, sejak berdiri ‘Aisyiyah telah menunjukkan kiprah yang signifikan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hukum, hingga pemberdayaan perempuan.

Menurutnya, ‘Aisyiyah tidak hanya menjadi pelopor gerakan sosial berbasis agama, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi sosial dan penguatan peran perempuan di tengah masyarakat.

‘Aisyiyah terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan perempuan serta anak melalui berbagai amal usaha yang dimiliki.

Ia juga menyoroti peran media Suara ‘Aisyiyah yang sudah berdiri sejak  tahun 1926 yang menjadi sarana penting dalam membangun kesadaran kolektif perempuan Muslim.

“Majalah Suara ‘Aisyiyah mengajarkan nilai ketahanan, kemandirian, dan kewaspadaan moral di tengah situasi perang saat itu,” katanya.

Menurut Salmah, Suara ‘Aisyiyah pada masa kolonial dan pendudukan Jepang turut menjadi media perjuangan kultural yang membangun kesadaran perempuan sebagai bagian dari perjuangan sosial bangsa.

Perempuan Berkemajuan dan Spirit Perdamaian

Dalam kesempatan tersebut, Salmah juga mengutip Surah An-Nahl ayat 97 yang menjadi landasan gerakan perempuan berkemajuan dalam ‘Aisyiyah.

“Barang siapa Mengerjakan kebajikan laki-laki maupun Perempuan dalam keadaan Beriman maka pasti Akan kami berikan kehidupan Yang baik dan akan kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan,” kutipnya.

Menurutnya, ayat tersebut menjadi dorongan bagi perempuan ‘Aisyiyah untuk terus menghadirkan kebaikan dan membangun peradaban di berbagai aspek kehidupan demi mewujudkan masyarakat yang damai dan bermartabat.

Ia menegaskan bahwa dakwah sosial, kemasyarakatan, dan kemanusiaan menjadi bagian penting dari gerakan dakwah ‘Aisyiyah. Karena itu, seluruh kader dan pimpinan ‘Aisyiyah dituntut tanggap dalam memahami serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian ‘Aisyiyah saat ini adalah persoalan kemanusiaan universal dan perdamaian. Menurut Salmah, ‘Aisyiyah selama ini aktif dalam berbagai gerakan kemanusiaan, advokasi lingkungan, penanggulangan bencana, hingga penguatan nilai perdamaian.

“‘Aisyiyah sudah mengambil peran dalam usaha-usaha penguatan nilai dan praksis kemanusiaan universal serta perdamaian,” tegasnya.

Salmah menilai kondisi global saat ini tengah menghadapi berbagai krisis kemanusiaan akibat konflik, peperangan, dan perebutan kepentingan yang berdampak pada manusia maupun lingkungan.

Menurutnya, upaya mewujudkan perdamaian harus dimulai dari lingkup paling kecil, yaitu keluarga. Ia menyebut perdamaian perlu dibangun melalui dimensi tauhid, kemanusiaan, dan kauniyah.

Selain itu, lembaga pendidikan dan institusi keluarga dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai perdamaian kepada masyarakat.

“Lembaga pendidikan dan keluarga menjadi institusi penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai perdamaian,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Salmah berharap Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat dakwah kemanusiaan dan memperluas gerakan perdamaian di tengah masyarakat.

“Semoga seluruh gerakan yang dilakukan ‘Aisyiyah dapat terus menghadirkan kemaslahatan dan memperkokoh perdamaian,” pungkasnya. (Bunga)

Tinggalkan Balasan