Rabu, 23 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Bangkit Jadi Negara Maju

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Bangkit Jadi Negara Maju

Oleh: Haedar Nashir (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

Kebangkitan Nasional  tahun 1908 selalu menjadi momentum yang dirayakan. Peringatan tersebut sangat baik sebagai pengingat tentang titik sejarah Indonesia bangkit menjadi bangsa merdeka. Kebangkitan Nasional yang dirujuk pada kelahiran Boedi Oetomo juga mesti dimaknai bahwa gerakan kebangkitan nasional tidak hanya oleh organisasi ini dengan ketokohan antara lain dr Wahidin Soediro Hoesodo dan dr Soetomo.

Pada saat itu tiga tahun sebelum Boedi Oetomo lahir, telah lahir Sarikat Dagang Islam dipimpin oleh Haji Samanhoedi tahun 1905 dan berlanjut ke Sarikat Islam oleh HOS Tjokroaminoto tahun 1911. Demikian pula dengan kelahiran Muhammadiyah tahun 1912 melalui gerakan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan kepanduan kebangsaan.

Karenanya jadikan perayaan Kebangkitan Nasional untuk membangkitkan jiwa kebangsaan yang membawa Indonesia maju secara progresif. Jangan biarkan Indonesia berjalan di tempat hanya karena merasa sudah maju tetapi masih banyak aspek yang statis dan mungkin tertinggal dibanding negara-negara lain yang sudah maju, khususnya di ASEAN.

Memajukan Indonesia secara progresif perlu rancang-bangun yang komprehensif dengan agenda-agenda strategis yang terprogram sistematik berkelanjutan, bukan langkah sporadis. Indonesia perlu jelas arahnya menuju negara maju yang kokoh fondasinya serta terfokus tujuannya.

Tidak cukup negeri ini maju di aspek demokrasi formal, hak asasi manusia, dan pluralisme tanpa kemajuan yang signifikan di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat, kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdaya saing tinggi. Kemajuan Indonesia tersebut juga mesti ditopang kualitas karakter bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai dan etika luhur, selain kemampuan berkompetisi dan berdaya saing tinggi.

Seluruh komponen bangsa penting terlibat secara bersatu, tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa kolaborasi. Pemerintah penting menjadi aktor utama pembangunan kemajuan yang dapat dijadikan rujukan dengan konsep, pemikiran, dan arah yang jelas.

Semoga kesadaran untuk maju secara progresif dan tidak involutif itu menjadi spirit bersama pemerintah dan seluruh komponen bangsa. Masyarakat Indonesia juga penting menumbuhkan budaya maju dalam kehidupan sehari-hari seperti kebiasaan membaca, mengunjungi perpustakaan, memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai ruang berpengetahuan, dan sebagainya.

Seluruh proses dan peran segenap komponen bangsa dalam menciptakan kemajuan yang progresif  tersebut tidak lain demi terwujudnya cita-cita nasional Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur yang diletakkan para pendiri negara tahun 1945.

Tinggalkan Balasan