Senin, 26 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Syawalan MPM PP Muhammadiyah, Konsolidasi Gerakan Ekonomi Berbasis Pemberdayaan Diperkuat

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Syawalan MPM PP Muhammadiyah, Konsolidasi Gerakan Ekonomi Berbasis Pemberdayaan Diperkuat

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar kegiatan Syawalan dan Halal Bihalal Idulfitri 1447 H yang dirangkaikan dengan konsolidasi gerakan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Jumat (10/4) di Gedoeng Moehammadijah, Yogyakarta ini menghadirkan pimpinan pusat, wilayah, daerah, serta komunitas dampingan seperti Jamaah Tani dan Jamaah Nelayan Muhammadiyah.

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan kunci bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, negara akan kuat apabila masyarakatnya memiliki kemandirian ekonomi.

“Pemberdayaan ekonomi adalah kunci kejayaan bangsa. Negara akan kuat jika masyarakatnya berdaya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan serius. Dengan kisaran 8–9 persen penduduk yang masih berada di bawah garis kemiskinan, menurutnya hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama, baik negara maupun umat Islam.

Anwar Abbas menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki landasan teologis yang kuat dalam Islam, khususnya melalui spirit Surah Al-Ma’un yang menekankan kepedulian terhadap fakir miskin.
“Pemberdayaan bukan hanya tugas sosial, tetapi juga bagian dari ibadah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada MPM Muhammadiyah yang dinilai aktif dan konsisten dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari penguatan ekonomi, Anwar Abbas turut mendorong pemanfaatan instrumen investasi, seperti emas, sebagai alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan, khususnya untuk perencanaan keuangan jangka panjang.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi dan tanggapan dari berbagai daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan implementasi program strategis nasional Muhammadiyah di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menekankan pentingnya untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi gerakan pemberdayaan di lingkungan Muhammadiyah.
Tema utama kegiatan ini adalah merajut kemitraan dalam gerakan ekonomi berbasis pemberdayaan. Ia menegaskan bahwa penguatan Jamaah Tani Muhammadiyah menjadi tindak lanjut strategis dari Jambore Nasional Tani.

“Perlu konsolidasi gerakan ekonomi berbasis sektor, mulai dari pertanian, peternakan, hingga perikanan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tiga momentum strategis yang dapat dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi umat. Momentum tersebut meliputi Iduladha untuk sektor peternakan, kolaborasi dam haji di dalam negeri, serta konsolidasi gerakan ekonomi jamaah.

Selain itu, Nurul Yamin mendorong pengembangan inovasi di bidang pertanian, termasuk pengembangan varietas benih padi hasil riset internal Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi melalui koperasi berbasis jamaah.

“Koperasi berbasis jamaah harus menjadi instrumen utama dalam mewujudkan kesejahteraan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan