Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Silaturahmi Kunci Kuatkan Solidaritas Umat

Oleh timredaksi 2 Menit Min
Silaturahmi Kunci Kuatkan Solidaritas Umat

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANYUMAS – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengajak warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun solidaritas umat.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Tabligh Akbar Silaturahmi Warga Muhammadiyah Banyumas yang digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dalam amanatnya, Dadang menegaskan pentingnya menjaga persatuan sebagaimana pesan dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 103.

Dalam ayat itu, ia mengingatkan bahwa perpecahan merupakan sumber malapetaka, sehingga silaturahmi merupakan kunci dalam menjaga dan memperkuat persaudaraan antar umat.

“Silaturahim ini menjadi jalan yang menguatkan solidaritas kita. Jangan sampai kita bercerai berai, karena itu akan membawa kerugian,” jelas Dadang pada Ahad (12/4).

Sejalan dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Hai Manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, bersilaturahimlah kamu dengan sesamu, dan kamu salatlah di waktu malam. Maka engkau akan masuk surga dengan salam.

Berdasarkan hadist tersebut, maka Dadang mengungkap tiga kunci membangun silaturahmi dan hubungan sosial yang harmonis. 3 Kunci tersebut adalah kedermawanan, mampu menahan amarah, dan mampu memaafkan.

“Orang yang dermawan, mampu menahan marah, dan pemaaf akan dicintai oleh Allah. Mereka memiliki kecerdasan sosial yang luar biasa,” ucapnya.

Tiga Pesan Khusus untuk Calon Jamaah Haji 2026

Selain dihadiri oleh seluruh keluarga besar UMP dan warga Banyumas Muhammadiyah Banyumas, acara Tabligh Akbar dan Silaturahmi ini juga turut dihadiri oleh calon jamaah haji 2026. Maka, di penghujung amanatnya, ia memberikan 3 pesan khusus bagi para jamaah haji yang akan diberangkatkan.

Pertama, meluruskan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah, bukan untuk kepentingan status sosial. Kedua, mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam pelaksanaan ibadah haji, termasuk melalui bimbingan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Ketiga, menjaga akhlak serta nama baik Muhammadiyah dan Islam selama menjalankan ibadah.

“Di sana kita diuji, apakah kita mampu bersabar atau justru mudah marah. Maka jagalah akhlak, karena itu cerminan diri kita sebagai Muslim dan warga Muhammadiyah,” pungkasnya. (bhisma)

Tinggalkan Balasan