MUHAMMADIYAH.OR.ID, LAMONGAN – Pembangunan ekonomi komunitas tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus dilakukan secara holistik integratif dan sinergi antara pelaku ekonomi dan pemangku kepentingan.
Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Nurul Yamin pada (11/4) di Kabupaten Lamongan dalam agenda Halal Bihalal yang diadakan MPM PDM Lamongan, di Paciran.
Mendedahkan pembangunan ekosistem pertanian di sektor akar rumput, Yamin menyebut, Muhammadiyah membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan berbasis pada kedaulatan pangan.
“Terdapat tantangan dalam membangun kolektivitas ekonomi dan perlunya dukungan kebijakan untuk mengatasi masalah kemiskinan,” ungkapnya.
Di hadapan kelompok petani, nelayan, dan peternak yang tergabung dalam Jemaah Muhammadiyah di Lamongan itu Yamin menjelaskan, dakwah penguatan akar rumput merupakan salah satu prioritas program Muhammadiyah periode Muktamar 2022.
Prioritas tersebut, imbuhnya, meniscayakan Muhammadiyah hadir di tengah-tengah masyarakat dengan wajah yang multidimensional – dari yang selama ini lebih dikenal sebagai gerakan pendidikan, sosial, dan kesehatan.
Melalui MPM Muhammadiyah hadir sebagai Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO), khususnya masyarakat akar rumput di sektor pertanian, nelayan, peternakan, yang selama ini nasibnya sering kurang beruntung.
Paparan tersebut mendapat respon positif dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan. Menurutnya, pada masa sekarang sinergi dan kolaborasi dibutuhkan untuk memangkas kesenjangan yang mengangah antara si kaya dan si miskin.
“Berdaya bersama yang kemudian menjadi ikon MPM ini menjadi penting untuk kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Lamongan, Dirham Akbar Aksara mengapresiasi berbagai usaha yang dilakukan Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan, terlebih dengan wajah baru yakni pemberdayaan masyarakat.
Semangat gerakan ini selaras dengan kondisi masyarakat di Lamongan, sebab 32 persen lebih roda penggerak ekonomi di Kabupaten Lamongan adalah sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Dalam acara ini juga dilakukan Pengukuhan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU) Lamongan, dan Peternak Muhammadiyah Lamongan (PEMULA) oleh Ketua MPM PDM Lamongan, Shobikin Amin.






