MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center dalam mengembangkan inovasi energi darurat berbasis surya guna mendukung penanganan bencana di Indonesia.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelatihan bertajuk “Pemberdayaan Komunitas Tanggap Bencana melalui Inovasi Portable Battery Energy Storage System (BESS) Berbasis Panel Surya sebagai Sumber Energi Hijau Darurat” yang digelar di Aula Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Senin (21/4).
Wakil Sekretaris II MDMC PP Muhammadiyah, M. Abdoel Malik Rizal, menekankan pentingnya dukungan energi listrik bagi relawan saat bertugas di lapangan. Ia menyebut teknologi penyimpanan energi berbasis panel surya sebagai solusi praktis yang mampu meningkatkan efektivitas kerja relawan dalam melayani masyarakat terdampak bencana.
Melalui kolaborasi ini, FT UNJ dan MDMC Muhammadiyah berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi kemanusiaan dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung. Pemanfaatan energi terbarukan diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem penanganan bencana di Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan komunitas tanggap bencana melalui pemanfaatan teknologi yang praktis, ramah lingkungan, dan mudah dioperasikan di lapangan.
Sebagai negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, Indonesia membutuhkan solusi cepat dan efektif dalam situasi darurat. Salah satu tantangan utama di lapangan adalah keterbatasan akses listrik, terutama saat infrastruktur kelistrikan mengalami kerusakan.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen FT UNJ mengembangkan inovasi Portable Mini Battery Energy Storage System (BESS) berbasis panel surya. Sistem ini memungkinkan penyimpanan energi listrik dari matahari yang dapat digunakan kapan pun di lokasi darurat.
Ketua Pengabdian Masyarakat, Bagus Anggraini, menjelaskan bahwa ketersediaan listrik dalam kondisi tanggap darurat sangat vital untuk mendukung komunikasi, penerangan, pengisian perangkat elektronik, pengoperasian drone, hingga penggunaan peralatan medis sederhana.
“Dalam kondisi darurat, kebutuhan energi listrik sering menjadi kendala utama. Karena itu, kami mengembangkan Portable Mini BESS berkapasitas 720 Wh dan 150 Wh yang mudah dibawa dan digunakan,” ujarnya.
Perangkat yang dikembangkan dalam program ini rencananya akan dihibahkan kepada MDMC Muhammadiyah untuk mendukung penanganan bencana secara langsung. Inisiatif ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 7 tentang energi bersih dan terjangkau serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, Chairul Hudaya, menambahkan bahwa energi terbarukan, khususnya tenaga surya, memiliki potensi besar sebagai sumber energi darurat yang mandiri dan berkelanjutan. Menurutnya, tenaga surya sangat relevan diterapkan di wilayah terdampak bencana karena melimpah, ramah lingkungan, dan tetap dapat dimanfaatkan saat jaringan listrik utama terganggu.
Tim dosen FT UNJ yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Bagus Anggraini, Akhmad Saufan, Waradzi Mustakim, Radimas Putra Muhammad Davi Labib, Muhammad Fatihuddin, dan Reza Febriano Armas. Keterlibatan mereka menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta dikelola dalam Program EQUITY.






