Rabu, 7 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Haedar Nashir: Halal Bihalal Jadi Energi Keagamaan dan Kebersamaan Membangun Bangsa

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Haedar Nashir: Halal Bihalal Jadi Energi Keagamaan dan Kebersamaan Membangun Bangsa

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BATANG – Tak hanya tradisi maupun budaya baik, halal bihalal sekaligus sebagai wahana peningkatan keagamaan warga Muhammadiyah khususnya, serta meningkatkan rasa kebersamaan membangun bangsa.

Harapan ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Sabtu (11/4) dalam Halal Bihalal dan Silaturahmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, di Kabupaten Batang.

Pada kesempatan ini Haedar juga mendorong Persyarikatan Muhammadiyah dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk membangun kawasan-kawasan tersebut, termasuk dengan Pemkab Batang.

“Dari kualitas keberagamaan itu melahirkan dampak yang luas, yang mencerahkan, mencerdaskan, memajukan kehidupan umat, masyarakat, bangsa, dan lingkup kemanusiaan semesta,” katanya.

Puasa Ramadan bertujuan meningkatkan takwa, dan seorang muslim yang meningkat takwanya itu memiliki tiga ciri yaitu semakin gemar berinfak, menggembirakan – tidak mudah marah, dan membuka hati untuk memberikan maaf.

Seorang muslim yang gemar berinfak, kata Haedar, merupakan konsekuensi logis dari semangat orang berpuasa yang menahan diri untuk urusan materi. Di sisi lain, juga sebagai penanda bahwa orang itu tidak diperbudak oleh harta.

Haedar juga menyebut, bahwa infak dan sedekah tidak sebatas pada urusan-urusan keagamaan dan akhirat semata, tapi dalam berinfak, besedekah, termasuk berzakat itu juga memiliki aspek sosial nyata.

“Maka kalau kita mau berbagai, saya pikir kesenjangan sosial itu akan bisa terpecahkan,” ungkapnya.

Harapan itu disambut baik oleh Ketua PWM Jateng, Tafsir. Dia menyampaikan, Muhammadiyah akan segera merencanakan pembangunan rumah sakit di Kabupaten Batang.

Dalam sambutannya, Tafsir menjelaskan bahwa untuk anggaran pembangunan rumah sakit Muhammadiyah di Kabupaten Batang ini sebesar Rp. 98 miliar. Ke depan sinergi Muhammadiyah dan Pemkab Batang terus bisa dilanjutkan.

“Mudah-mudahan tidak butuh waktu lama insyallah akan segera terwujud,” ungkap Tafsir.

Secara lebih khusus, Bupati Kabupaten Batang, M. Faiz Kurniawan meminta kepada Muhammadiyah untuk didampingi dalam membangun daerahnya. Terlebih Kabupaten Batang saat ini tengah mengerjakan pembangunan besar-besaran.

Sementara itu, terkait dengan rencana pembangunan rumah sakit oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, Faiz Kurniawan memberikan apresiasi sebab rasio bed rumah sakit dengan jumlah masyarakat yang masih belum ideal.

“Harapannya nanti Muhammadiyah bisa 150 bed,…. Ke depan kita memberi bantuan minimal Rp. 500 juta,” katanya.

Nominal Rp. 500 juta ini menurutnya bukan bentuk bantuan, tapi sekadar apresiasi atas usaha yang dilakukan Muhammadiyah untuk membangun Pemkab Batang dalam menyediakan layanan kesehatan yang lebih proporsional.

Tinggalkan Balasan