Kamis, 1 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Dahlan Rais Ungkap Rahasia Kuatnya Kepedulian Sosial Warga Muhammadiyah

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Dahlan Rais Ungkap Rahasia Kuatnya Kepedulian Sosial Warga Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SUKOHARJO – Meresapi pemikiran dan jejak hidup Kiai Ahmad Dahlan, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais sebut di Muhammadiyah karakter sosial warganya lebih menonjol.

Hal itu disampaikan Dahlan Rais pada (24/4) dalam Baitul Arqam Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Ponpes Modern Sagen Muhammadiyah Weru, Sukoharjo.

Termasuk bagi para tenaga kependidikan seperti dosen, sambung Dahlan, tidak boleh memisahkan antara nilai-nilai pendidikan dan dakwah Muhammadiyah, sebab keduanya harus dijalankan bersamaan.

Maka, sebagai dosen di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) tidak boleh merasa cukup Bermuhammadiyah dengan mengajar, tapi harus menghidupkan dan meleburkan diri untuk berperan aktif di kehidupan masyarakat.

“Manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Kita ditakdirkan hidup bermasyarakat, sehingga nilai kebersamaan, kesetaraan, dan kepedulian harus menjadi dasar dalam kehidupan, termasuk dalam pengabdian kita sebagai dosen,” ujarnya.

Dalam frasa agama, Bermuhammadiyah juga berarti berta’awun dengan sesama. Dahlan Rais menjelaskan, ta’awun tak sebatas menolong, tetapi juga berbagi dan peduli terhadap sesama – lebih-lebih kepada mereka yang membutuhkan.

“Tidak boleh seseorang hanya memikirkan dirinya sendiri. Kepedulian sosial itu menjadi bagian penting dari karakter Muhammadiyah,” tegasnya.

Sebagai orang terdidik, maka ilmu yang dimiliki harus melahirkan amal kebajikan. Hal itu selaras dengan semangat yang diajarkan oleh Kiai Dahlan, bahwa ilmu itu harus melahirkan amal kebaikan untuk semua.

“Ilmu itu akan bermakna jika diamalkan. Manusia menjadi mulia karena ilmu dan amalnya. Ini yang harus menjadi ruh dalam pendidikan Muhammadiyah,” jelasnya.

Bagi dosen Muhammadiyah, lebih-lebih di UMS, Dahlan Rais meminta untuk memperkuat pemahaman dan pendalaman Surat Al Alaq dan Al Asr. Kedua surat tersebut dapat dijadikan sebagai pondasi gerakan ilmu dan gerakan dakwah.

Lebih spesifik dia menyebut, kedua surat tersebut memberikan arah bagi warga Muhammadiyah akan pentingnya membaca, belajar tanpa batas, serta memanfaatkan pelajaran untuk amal kebaikan.

Tinggalkan Balasan