MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas mengajak warga Muhammadiyah kembali menghidupkan semangat entrepreneur sebagaimana yang dimiliki oleh para pendahulu organisasi ini.
Dia melihat saat ini dalam pemeringkatan 10 orang terkaya di Indonesia, sangat sedikit atau bahkan nyaris tidak ada orang Islam yang masuk dalam urutan jajaran orang terkaya tersebut.
Oleh karena itu dirinya mendorong semakin banyak entrepreneur yang lahir dari rahim organisasi yang dahulu dibesarkan oleh para pedagang ini. Dalam usaha membangun itu, menurut Anwar Abbas bisa dimulai dari perubahan mentality.
Menurutnya, tak bisa dipungkiri bahwa mayoritas mentalitas warga Muhammadiyah adalah pekerja – meski hal itu tidak salah, tapi perlu diseimbangkan dengan memperbanyak warga Muhammadiyah yang bermental entrepreneur.
“Kita umat Islam nyaris tidak punya entrepreneur mentality,” kata Anwar Abbas pada Selasa (14/4) dalam Pengajian dan Halal Bihalal di Masjid Nurul Haq Muhammadiyah, Jakarta Selatan.
Menggali makna dari salah satu pepatah Arab, yang menyebutkan supaya mencari ilmu sampai ke negeri Cina, Anwar Abbas menyebut, mahfudzat tersebut relevan, sebab jika melihat Cina saat ini begitu dominan – termasuk di bidang ekonomi.
Anwar Abbas menyarankan, perubahan mentalitas itu dimulai dari pendidikan sehari-hari dalam keluarga. Tanpa bermaksud mempersulit anak, orang tua seyogyanya tidak dengan serta merta memenuhi semua permintaan anak.
Melainkan anak-anak harus dididik bertanggung jawab dan konsekuen. Misalnya, jika anak menginginkan sesuatu tidak langsung diberikan, akan tetapi anak harus dilatih untuk berusaha terlebih dahulu ketika menginginkan sesuatu.






