Kamis, 1 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Eco Bhinneka Muhammadiyah Ajak Lintas Iman Merawat Bumi

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Eco Bhinneka Muhammadiyah Ajak Lintas Iman Merawat Bumi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar kegiatan Buka Bersama Lintas Iman bertema “Dari Meja Buka Menjaga Bumi Kita” di Aula Lantai 6 Gedung Dakwah Pusat Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (10/3).

Kegiatan ini menjadi ruang yang mempertemukan semangat kerukunan lintas iman dengan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Lebih dari 150 peserta yang terdiri dari tokoh agama, akademisi, pemerintah, aktivis masyarakat sipil, pemuda, organisasi lintas agama dan kepercayaan, serta media hadir dalam acara ini.

Sejumlah mitra Eco Bhinneka Muhammadiyah yang turut hadir antara lain Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri, WWF Indonesia, Kolese Kanisius, Majelis Sinode GPIB, PHDI, Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Kedutaan Besar Malaysia, serta Alner.

Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah Hening Parlan menegaskan bahwa ajaran agama sesungguhnya memiliki landasan kuat untuk membangun kesadaran ekologis.

Menurutnya, keimanan tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap sesama manusia dan alam semesta.

“Kita sering memaknai iman hanya sebagai hubungan dengan Tuhan. Padahal iman juga harus hadir dalam hubungan dengan manusia dan alam. Jika hubungan dengan alam rusak, maka hubungan dengan manusia dan Tuhan pun ikut terganggu,” ujar Hening.

Ia menambahkan bahwa bencana ekologis yang semakin sering terjadi, seperti banjir dan kerusakan lingkungan, menjadi pengingat bahwa manusia tidak bisa memisahkan kehidupan spiritual dari tanggung jawab menjaga bumi.

“Karena itu kita perlu membuka ruang kolaborasi. Muhammadiyah bukan hanya rumah bagi umat Islam, tetapi juga rumah bagi umat untuk bersama-sama menjaga bumi,” katanya.

Dalam sesi dialog Ramadan yang dipandu oleh Ahsan Jamet Hamidi, Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief menyoroti bagaimana isu perubahan iklim masih kerap dianggap sebagai persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat.

“Perubahan iklim sering dipandang sebagai isu yang elit dan elitis, padahal dampaknya sangat nyata bagi kehidupan manusia,” ujar Hilman.

Menurutnya, perkembangan teknologi energi terbarukan, termasuk meningkatnya penggunaan kendaraan listrik dan kebutuhan baterai, menunjukkan bahwa dunia sedang memasuki fase transisi energi yang besar. Namun literasi masyarakat tentang isu tersebut masih perlu terus diperkuat.

“Literasi lingkungan perlu dibangun hingga ke tingkat pengambilan keputusan yang lebih populer agar masyarakat memahami pentingnya keberlanjutan,” katanya.

Hilman menutup dialog dengan menegaskan bahwa gerakan lingkungan membutuhkan kerja jangka panjang yang melibatkan generasi muda.

“Gerakan hijau selalu berbicara tentang masa depan. Karena itu generasi muda harus dilibatkan dan dipersiapkan sejak sekarang sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bumi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan