Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Pelestarian Hutan dalam Perspektif Akidah Islam

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
Pelestarian Hutan dalam Perspektif Akidah Islam

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JEMBER – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk merefleksikan berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sebagai momentum membenahi tata kelola lingkungan hidup.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Kajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (21/2). Raja menekankan pentingnya membangun motivasi kolektif untuk memperbaiki kondisi lingkungan sesuai dengan tuntunan ajaran agama.

Ia meyakini bahwa Islam sebagai agama yang kaffah memiliki pijakan akidah yang kokoh dalam merespons isu-isu lingkungan hidup, termasuk persoalan kehutanan yang kian kompleks.

“Saya meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa secara teologis, akidah Islam sebagai agama yang kaffah memiliki pijakan yang sangat solid untuk menjadikan Islam kompatibel dengan isu-isu lingkungan hidup, perhutanan, atau yang hari ini kita sebut sebagai ekoteologi,” ujarnya.

Menurut Raja, ketegasan Islam dalam menjaga kelestarian alam telah ditegaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Salah satunya QS Al-A’raf ayat 56 yang melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah menciptakannya dengan baik dan sempurna.

Larangan tersebut, lanjutnya, dapat dimaknai dalam konteks kekinian sebagai larangan melakukan pencemaran lingkungan, deforestasi, maupun tindakan-tindakan lain yang merusak keseimbangan ekosistem.

Lebih jauh, ia mencontohkan bahwa prinsip pelestarian lingkungan juga tercermin dalam etika perang pada masa awal Islam. Raja mengutip pesan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq kepada pasukan Muslim agar tidak menebang pohon yang berbuah.

“Wala taqtha‘u syajaran mutsmiran, janganlah kamu memotong pohon yang berbuah,” kutipnya.

Dengan demikian, Raja menegaskan bahwa sejak awal Islam telah menghadirkan fondasi ekoteologi yang kuat. Ajarannya tidak hanya memerintah, tetapi juga memotivasi umat untuk menjaga dan melestarikan alam serta hutan secara bertanggung jawab.

Ia berharap kesadaran teologis tersebut dapat menjadi energi moral bagi umat Islam dalam merawat bumi sebagai amanah Allah Swt. (Fiya)

Tinggalkan Balasan