Sabtu, 26 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

MDMC dan Kemendikdasmen Hadirkan Sekolah Darurat, Pastikan Pendidikan Anak Tapanuli Selatan Tetap Berjalan

Oleh timredaksi • • 2 Menit Min
MDMC dan Kemendikdasmen Hadirkan Sekolah Darurat, Pastikan Pendidikan Anak Tapanuli Selatan Tetap Berjalan

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TAPANULI SELATAN – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memfasilitasi pembangunan sekolah darurat untuk SD 100207 Tandihat di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebagai bagian dari pemulihan sektor pendidikan pascabencana.

Sekolah darurat tersebut mulai digunakan sejak 5 Februari 2026 guna memastikan kegiatan belajar mengajar bagi siswa terdampak tetap berlangsung tanpa jeda panjang.

Budi Santoso Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah mengatakan, pembangunan sekolah darurat didukung melalui pendanaan dari Kemendikdasmen RI, sementara MDMC berperan dalam memfasilitasi proses pembangunan sekaligus penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Fasilitas yang disediakan meliputi instalasi listrik, meja dan kursi siswa serta guru, papan tulis (whiteboard), serta kipas angin untuk menunjang kenyamanan proses belajar mengajar.

Pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas dalam respons pascabencana. MDMC menilai keberlanjutan pendidikan anak sangat penting untuk menjaga stabilitas proses belajar sekaligus mendukung pemulihan psikososial siswa terdampak. Karena itu, kegiatan pendidikan diupayakan tetap berjalan meskipun dalam situasi darurat.

Sekolah darurat SD 100207 Tandihat akan digunakan hingga pembangunan gedung sekolah permanen oleh pemerintah selesai dilaksanakan. Kehadiran fasilitas sementara ini diharapkan menjadi solusi agar proses pendidikan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, masih diperlukan dukungan tambahan berupa buku-buku pelajaran serta perangkat pendukung pembelajaran digital, seperti laptop dan perangkat tata suara.

“Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat membantu optimalisasi pemanfaatan sekolah darurat bagi siswa dan tenaga pendidik,”ujar Budi seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (25/2).

MDMC menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya pada sektor pendidikan sebagai fondasi penting keberlanjutan pembangunan.

Tinggalkan Balasan