Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Jangan Anggap Ramadan Beban, Agung Danarto Tekankan Puasa sebagai Pendidikan Karakter

Oleh timredaksi 1 Menit Min
Jangan Anggap Ramadan Beban, Agung Danarto Tekankan Puasa sebagai Pendidikan Karakter

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Datangnya bulan suci Ramadan hendaknya dimaknai dengan cara yang lebih spesial nan istimewa. Sebab jika tidak, Ramadan yang datang setiap tahun akan berpotensi menjadi rutinitas belaka dan tidak bernilai.

Demikian kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto saat memberi tausiah dalam Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Sabtu (7/2).

Oleh sebab itu, jelas Agus, “Kegiatan tarhib Ramadhan di UM Bandung menjadi penting sebagai sarana menyambut bulan suci dengan kesadaran dan kesiapan spiritual yang lebih mendalam,” ujarnya.

Sudah seyogyanya bulan Ramadan menjadi anugerah dan disambut dengan kegembiraan, bukan menganggapnya sebagai beban. Dengan cara ini, umat Islam dapat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang meningkat kualitas ibadahnya.

Puasa, jelas Agung, merupakan sarana pendidikan kejujuran yang sangat kuat. Karena dalam berpuasa, yang mengetahui hanyalah diri sendiri dan Allah SWT. Nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun integritas pribadi maupun institusi.

Agus mengingatkan, berbagai persoalan bangsa sering kali berakar dari lemahnya kejujuran dan integritas. Karenanya, nilai kejujuran yang dilatih selama Ramadan perlu dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan organisasi dan dunia kerja.

Selain nilai kejujuran, ada pula nilai kesabaran dalam menjalankan amanah. Seperti dalam dinamika kehidupan berorganisasi yang kerap diwarnai perbedaan pandangan dan komitmen. Sikap sabar, menurut Agus, menjadi kunci agar tujuan bersama tetap dapat tercapai.

Mengakhiri tausiahnya, Agung menegaskan Ramadan ialah waktu yang tepat untuk memperkuat spiritualitas dan memperdalam pemahaman Al-Qur’an. Serta, menjadi momentum yang baik untuk meneguhkan kembali komitmen Muhammadiyah dalam membangun umat yang maju, berkeadaban, dan berintegritas. (janu)

Tinggalkan Balasan