MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menerima kunjungan Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia (PMPI). Pertemuan ini diadakan dalam rangka mempertegas komitmen kedua organisasi untuk membangun sinergi program, mempererat solidaritas kemanusiaan, serta membuka ruang kolaborasi jangka panjang di bidang pendidikan, kepemudaan, dan kemanusiaan.
Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menyambut hangat kehadiran PMPI di kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Selasa, (3/2). Riyan berharap, hubungan baik ini dapat berjalan dengan jangka panjang dan berkelanjutan.
“Kami menyambut baik kedatangan saudara-saudara dari Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia. Hubungan seperti ini sangat baik dan kami berharap bisa menjadi pertemuan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Riyan.
Ia juga menyampaikan bahwa IMM memiliki kader mulai dari jenjang S1 hingga S3, yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. IMM berharap, mahasiswa Palestina dapat terlibat dalam berbagai kegiatan kaderisasi dan forum intelektual yang diselenggarakan organisasi, termasuk Darul Arqam Paripurna (DAP) yang dalam waktu dekat akan digelar oleh DPP IMM.
“Kami berharap teman-teman mahasiswa Palestina bisa hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan kami, seperti Darul Arqam Paripurna, yang juga membuka ruang diskusi isu-isu global,” tambahnya.
Selaras dengan pernyataan Riyan, Fadhil Mahdi selaku Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP IMM, turut memperjelas komitmennya dalam membangun hubungan kerja sama ini.
Ia juga turut membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, khususnya dalam penyebaran informasi mengenai beasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
“Kami memang tidak memiliki wewenang langsung untuk memberikan beasiswa, tetapi IMM siap menjadi perpanjangan tangan dalam menghubungkan informasi beasiswa bagi mahasiswa Palestina,” jelasnya.
Selain itu, IMM juga membuka ruang bagi mahasiswa Palestina untuk terlibat sebagai narasumber dalam forum kaderisasi, khususnya membahas isu geopolitik internasional, termasuk situasi Timur Tengah.
Merespon hal itu, Ketua Umum PMPI, Shaker Abu Shukor, menyebut bahwa mayoritas mahasiswa Palestina di Indonesia menempuh studi di bidang teknik dan kedokteran. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 50 mahasiswa Palestina aktif, sementara total keseluruhannya berjumlah 91 orang.
“PMPI aktif dalam berbagai kegiatan, seperti kegiatan sosial, kunjungan ke pemerintah Indonesia hingga berbagai rapat dan diskusi yang juga dilakukan secara daring,” jelas Shaker.
Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat jejaring solidaritas mahasiswa Indonesia–Palestina, tidak hanya dalam konteks kemanusiaan, tetapi juga dalam kerja sama akademik, intelektual, dan gerakan pemuda global. (Bhisma)






