Senin, 5 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

Doa Adalah Senjata Mukmin Mulai Ikhtiar dengan Memohon, Bukan Mengeluh di Akhir

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
Doa Adalah Senjata Mukmin Mulai Ikhtiar dengan Memohon, Bukan Mengeluh di Akhir

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Doa seharusnya tidak dipanjatkan diujung dari setiap usaha, tapi juga harus dipanjatkan di awal sebelum memulai usaha untuk meminta keberhasilan kepada Allah SWT.

Pesan itu disampaikan Mendiktisaintek RI, Brian Yuliarto dalam Kultum Bakda Subuh di Masjid Husnul Khatimah, Tamantirto, Kasihan, Kabupaten Bantul pada Jumat (13/2).

Subuh itu Prof. Brian akan berkunjung ke kediaman Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir yang memang satu kampung dengan Masjid Husnul Khatimah, di Kelurahan Tamantirto Utara, Kecamatan Kasihan, Bantul.

Haedar Nashir sejak sebelum azan subuh berkumandang sudah menunggu di masjid yang berarsitektur modern itu. Setelah menunaikan salat subuh berjemaah, Prof. Brian mendadak diminta mengisi kultum bakda subuh.

Dalam khutbahnya, Prof. Brian Mengutip Surat Al Ghafir ayat 60 yang berisi tentang perintah untuk berdoa, dan setiap doa akan dikabulkan atau diijabah. Akan tetapi, masih banyak muslim yang menduakan doa, dan hanya ditempatkan di ujung dari sebuah usaha.

“Hanya saja memang kadang kita kaum muslimin tidak menjadikan doa ini betul-betul menjadi sebuah instrumen, sebuah alat yang diniatkan oleh kita untuk membantu kita mencapai apa yang kita mau. Kita sering menjadikan doa itu palang terakhir, bukan yang pertama,” katanya.

Mengajak berkaca pada kehidupan Rasulullah Muhammad, Prof. Brian menjelaskan, doa oleh Rasulullah dan kaum muslim masa itu dijadikan sebagai ‘alat’ yang pertama dan utama dalam berjuang.

Selain itu, dalam Islam juga diajarkan waktu-waktu khusus doa diijabah dan tempat yang mudah diijabah. Waktu istimewa untuk berdoa salah satunya adalah pada bulan Ramadan – khususnya di waktu buka puasa dan perbanyak istighfar ketika sahur.

“Sebaik-baik istighfar itu adalah di waktu sahur menjelang sepertiga terakhir,…..Itu adalah waktu yang sangat ijabah. Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu semakin seorang hamba memohon kepada-Nya, Dia semakin suka,” katanya.

“Jadi meminta yang disukai Allah itu bukan ketika kita membutuhkan, tetapi kita sudah lagi sehat kita minta sehat terus gitu, lagi banyak rezeki kita minta rezeki terus. Jangan menunggu kita sudah susah baru meminta kepada Allah,” tuturnya.

Dalam berdoa juga ada tekniknya, tidak kemudian yang diajukan adalah segala permintaan persoalan. Melainkan doa dimulai dengan memuji Allah atau asmaul husna, serta selawat.

“Jadi banyak Bapak-Ibu sekalian sebenarnya anjuran dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang seharusnya kita manfaatkan itu karena doa itu adalah senjata orang-orang yang beriman,” tuturnya.

Menurutnya, jika kaum muslimin berdoa secara khusyuk setiap hari untuk negeri, besar kemungkinan Indonesia ini menjadi negara lebih baik, lebih kuat, makmur, sejahtera, dan lebih maju.

Tinggalkan Balasan