Senin, 21 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Agung Danarto: Tauhid Fungsional Jadi Ruh Gerakan Muhammadiyah

Oleh aanardianto 2 Menit Min
Agung Danarto: Tauhid Fungsional Jadi Ruh Gerakan Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA  – Pengajian Ramadan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi ditutup pada Ahad (22/2). Acara ditutup secara resmi oleh Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto.

Turut hadir dalam acara penutupan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, serta jajaran Ketua PP Muhammadiyah diantaranya Muhadjir Effendy, dr. Agus Taufiqurrahman, Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, Izzul Muslimin, dan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah beserta jajaran.

Menyampaikan catatan dari materi pengajian selama tiga hari ini, Agung menjelaskan, Muhammadiyah akidahnya lebih dekat ke Asy’ariyah, dengan penguatan teologi fungsional.

“Teosentrisme yang kita bangun bukan teosentrisme yang pasif, melainkan teosentrisme yang aktif. Di mana nilai-nilai ketuhanan itu mewujud dalam perilaku kemanusiaan,” katanya.

Dengan itu, maka pelayanan yang dilakukan Muhammadiyah sebagai implementasi taat kepada Tuhan. Muhammadiyah menempatkan diri sebagai gerakan wasathiyah untuk menghindari sekularisme, maupun spiritualitas yang menjauh dari realitas.

“Inilah yang sering ditekankan dalam gerakan Muhammadiyah, yaitu bagaimana menerjemahkan tauhid ke dalam aksi sosial. Tauhid bukan hanya memurnikan ibadah dari syirik, tapi juga membebaskan manusia dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan,” imbuhnya.

Nilai tauhid ini dijadikan Muhammadiyah untuk melaksanakan tugas kemanusiaan dan kesemestaan dengan sebaik-baiknya. Maka ke depan agar tauhid fungsional menjadi pijakan bagi setiap gerak dan langkah berkesinambungan pembaruan oleh Muhammadiyah.

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut menyukseskan agenda rutin ini.

Bachtiar menambahkan, agenda ini telah dilakukan rekam proses dari awal hingga akhir. Langkah ini diambil untuk mendapatkan dinamika agenda secara utuh, yang nanti akan didistribusikan ke seluruh penjuru Muhammadiyah.

Senada dengan itu, Rektor UMY, Achmad Nurmandi juga menyampaikan terima dan apresiasi. Terlebih agenda ini merupakan kegiatan rutin sejak 1986 dan masih aktif sampai sekarang.

Tinggalkan Balasan