Sabtu, 10 Oktober 2026
ID EN AR
ID EN AR

PCIM dan PCIA Malaysia periode 2026-2028 Dikukuhkan, Target Dirikan Sekolah Muhammadiyah Internasional

Oleh aanardianto • • 2 Menit Min
PCIM dan PCIA Malaysia periode 2026-2028 Dikukuhkan, Target Dirikan Sekolah Muhammadiyah Internasional

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SELANGOR – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah-’Aisyiyah (PCIM dan PCIA) Malaysia periode 2026-2028 resmi dikukuhkan pada Ahad (11/1) oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di International Islamic University Malaysia (IIUM), Selangor, Malaysia.

Pengukuhan dilakukan secara langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto. Selain sebagai wadah silaturahmi, PCIM Malaysia diharapkan menjadi duta Muhammadiyah di Malaysia juga jembatan komunikasi Muhammadiyah dengan institusi di Malaysia.

Sekaligus sebagai penguatan, Agung berpesan supaya pengurus PCIM Malaysia senantiasa merealisasikan tujuan Muhammadiyah. Tak lupa dia juga meminta kader diasporas Muhammadiyah di Malaysia untuk saling berta’awun atau tolong menolong dalam ketakwaan.

“Karena itulah tujuan gerakan Muhammadiyah didirikan, yaitu mengantar kita ke pintu surga,” kata Agung Danarto.

PCIM Malaysia diharapkan menjadi kepanjangan aksi Muhammadiyah yang menginginkan untuk adanya peningkatan kesejahteraan – lebih-lebih bagi warga Muhammadiyah dan yang lainnya. Maka beberapa bidang garap ditekankan untuk berderap seperti bidang ekonomi dan pendidikan.

“Pimpinan Pusat sangat mendukung, PCIM Malaysia mempunyai cita cita untuk mendirikan sekolah Internasional Muhammadiyah Malaysia,” tutur Agung.

Agung Danarto memandang, PCIM Malaysia sangat tepat untuk mendirikan Sekolah Internasional Muhammadiyah Malaysia. Karena itu adalah tujuan Muhammadiyah untuk hidup sejahtera untuk semua.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah yang datang untuk mengukuhkan PCIA Malaysia berpesan supaya ini menjadi sambungan gerakan sayap perempuan Islam berkemajuan di Malaysia.

“’Aisyiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, namun mempunyai hak kemandirian mengurus bidang yang sejajar dengan Muhammadiyah. Namun tetap satu tujuan,” katanya.

Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri lebih dari 350 peserta, bahkan tidak hanya dari Malaysia saja tapi juga ada yang dari Thailand. Selain itu juga ada ormas lain seperti PCINU Malaysia, PCI Muslimat dan Fatayat NU Malaysia, Serikat Buruh MIgran Indonesia, dan lain-lainnya.

Tinggalkan Balasan