Selasa, 22 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Haedar Nashir: Bisnis Muhammadiyah Harus Tumbuh Profesional dan Berdaya Dakwah

Oleh aanardianto 2 Menit Min
Haedar Nashir: Bisnis Muhammadiyah Harus Tumbuh Profesional dan Berdaya Dakwah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir apresiasi PT. Mentari Prima Niaga (MPN). Diharapkan PT. MPN memiliki jangkauan luas dan profesional.

Hal itu disampaikan Haedar pada Jumat (30/1) dalam Milad ke 10 dan Kick Off Pembangunan Gedung PT. MPN di Kota Yogyakarta.

“Ini satu hal yang merupakan anugerah Allah. Dan yang kedua kami sampaikan terima kasih atas pengkhidmatan terus menerus,….. semuanya telah berikhtiar sedemikian rupa,” katanya.

Sebagai perusahaan konstruksi yang terus mengalami perkembangan, Haedar menegaskan, tidak boleh merasa cukup. Kekeliruan mungkin terjadi, akan tetapi selalu memperbaiki diri menjadi ciri utama semangat Muhammadiyah yaitu mujahadah.

Apresiasi juga Haedar sampaikan ke PT. MPN yang memiliki etos berbagai melalui skema hibah. Untuk kali ini hibah diberikan ke Majelis Tabligh PP Muhammadiyah sebesar Rp. 110 juta yang diterima langsung Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal.

Lini bisnis atau entrepreneur yang digarap oleh Muhammadiyah menjadi pilar penyangga gerakan dakwah Persyarikatan dari awal hingga kini. Bedanya dulu dilakukan perorangan, kini dijalankan secara melembaga atau kolektif dengan nama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Sementara itu, Direktur PT. MPN, Muhammad Mirza Al Katiri dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat dasar atau pondasi bisnis PT. MPN adalah dakwah Al Islam-Kemuhammadiyahan (AIK).

“PT. MPN ini berbeda dengan yang lain, perusahaan konstruksi yang memiliki bidang Al Islam Kemuhammadiyahan, yang membina 120 lebih karyawan,” ungkapnya.

Muhammad Mirza juga menyampaikan, pada Milad ke 10 PT. MPN ini ditandai dengan pembangunan gedung setinggi tujuh lantai dengan nama Menara Mentari yang diperuntukkan sebagai kantor PT. MPN dan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang lain. Selain sebagai kantor gedung ini juga akan disertai kafetaria, tempat ibadah serta ruang aula untuk rapat dan seterusnya.

Senada dengan itu, Komisaris PT. MPN, Ahmad Syauqi Soeratno menambahkan, gerak bisnis perusahaan di bawah naungan PP Muhammadiyah ini bergerak dengan tiga nilai utama, yaitu iman, ilmu, dan akhlak.

Tiga nilai itu yang menjadikan Muhammadiyah berani terjun ke lini bisnis konstruksi yang dianggap lebih banyak syubhatnya ini. PT. MPN menurutnya bagian dari implementasi keimanan yang ingin memberikan kerahmatan bagi seluruh alam.

Sementara, ilmu jadi jangkar PT. MPN untuk mengembangkan diri dan inovasi – desain modernis untuk sebuah konstruksi yang diinginkan konsumen. Sedangkan akhlak jadi pilar penegak kejujuran untuk sebuah pengadaan dalam sebuah proyek atau pekerjaan.

Tinggalkan Balasan