Senin, 28 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Bukan Hanya Urusan Duniawi, Tahun Baru 2026 Juga Perlu Adanya Resolusi Ukhrawi

Oleh ilham • • 3 Menit Min
Bukan Hanya Urusan Duniawi, Tahun Baru 2026 Juga Perlu Adanya Resolusi Ukhrawi

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA — Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchlas, menekankan pentingnya mengarahkan resolusi hidup seorang muslim tidak semata pada pencapaian duniawi, tetapi juga pada tujuan ukhrawi.

Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jumat (02/01).

Dalam khutbahnya, Muchlas mengingatkan bahwa resolusi yang berfokus pada harta, jabatan, karier, dan keberhasilan materi pada dasarnya merupakan hal yang wajar dan diperbolehkan dalam Islam, selama ditempatkan pada posisi yang semestinya.

Namun, ia menegaskan bahwa Islam hadir untuk meluruskan arah dan tujuan hidup seorang mukmin agar tidak berhenti pada kepentingan dunia semata.

“Islam mengajarkan pentingnya resolusi ukhrawi, yaitu tekad menjadikan akhirat sebagai tujuan utama dalam setiap langkah kehidupan tanpa mengabaikan tanggung jawab dan peran kita di dunia,” ujarnya.

Muchlas kemudian mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Al-Qasas ayat 77: “Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”

Ayat tersebut, menurutnya, menegaskan keseimbangan antara orientasi akhirat dan tanggung jawab duniawi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa salah satu resolusi paling mulia yang seharusnya tertanam dalam diri setiap muslim adalah tekad untuk menjadi insan yang semakin kaya manfaat. Pribadi yang kaya manfaat, kata Muchlas, adalah sosok yang kehadirannya dirasakan, ucapannya menentramkan, perbuatannya membawa kebaikan, serta hidupnya memberi nilai bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia menegaskan bahwa Islam tidak hanya membimbing umatnya agar saleh secara pribadi, tetapi juga mendorong lahirnya kesalehan sosial yang menghadirkan rahmat dan keselamatan bagi sesama. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh ath-Thabrani, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

Dalam khutbah tersebut, Muchlas juga memaparkan tiga langkah utama untuk mewujudkan resolusi ukhrawi agar tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar terimplementasi dalam kehidupan nyata.

Pertama, meluruskan niat dalam setiap amal.

Ia menegaskan bahwa resolusi ukhrawi dimulai dari hati. Setiap aktivitas, baik ibadah, bekerja, mencari nafkah, mengajar, bertani, melaut, hingga aktivitas sosial, hendaknya diniatkan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt.

Niat yang lurus, menurutnya, akan menjadikan amal yang biasa bernilai luar biasa di sisi Allah, sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

Kedua, memperbaiki dan menjaga kualitas amal.

Muchlas menekankan bahwa resolusi ukhrawi tidak menuntut amal yang besar dan berat, melainkan amal yang benar, ikhlas, dan dilakukan secara istiqamah. Ia mengingatkan bahwa sedikit amal yang dilakukan secara terus-menerus lebih dicintai Allah dibandingkan banyak amal yang terputus di tengah jalan.

Istikamah, katanya, menjadikan seorang mukmin kokoh dalam iman dan stabil dalam beramal, tidak mudah goyah oleh perubahan zaman dan godaan dunia. Ia mengutip Surah Al-Ahqaf ayat 13 yang menegaskan keutamaan istiqamah bagi orang-orang beriman.

Ketiga, memperluas manfaat bagi sesama.

Menurut Muchlas, inilah puncak dari resolusi ukhrawi. Manfaat tersebut dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti ilmu, tenaga, harta, akhlak, maupun sekadar doa. Namun, ia mengingatkan bahwa resolusi mulia ini hanya dapat terwujud dengan baik apabila seseorang telah selesai dengan dirinya, mampu meluruskan niat, menata hati, dan menjaga konsistensi dalam beramal.

“Manfaat yang bersumber dari niat yang ikhlas dan amal yang konsisten akan terus mengalir dan memberi pengaruh kebaikan yang luas,” tuturnya.

Menutup khutbah, Muchlas berharap agar di awal tahun 2026 ini umat Islam senantiasa diberi kekuatan untuk istiqamah menjalankan resolusi ukhrawi. Dengan demikian, hidup tidak sekadar berjalan mengikuti waktu, tetapi bergerak menuju tujuan yang jelas, menjadikan dunia sebagai ladang amal dan akhirat sebagai tempat kembali yang diharapkan dengan penuh keyakinan.

Tinggalkan Balasan