MUHAMMADIYAH.OR.ID, SOLO – Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-98 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta berlangsung meriah di RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Agenda ini diikuti sekitar 4.000 jamaah dan menghadirkan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PP Muhammadiyah, Muhammadiyah Jamaludin Ahmad, sebagai pembicara utama.
Jamal menyampaikan bahwa Milad Muhammadiyah merupakan ekspresi rasa syukur sekaligus sebagai refleksi untuk bermuhasabah diri sebagai warga persyarkatan.
“Muhammadiyah mesyukuri apa yang telah dicapai selama ini. Kita akan terus melakukan gerakan-gerakan tajdid, berkreasi, berinovasi, dan memberikan solusi terbaik atas permasalahan-permasalah umat dan bangsa karena ini adalah komitmen kami untuk memberi kesejahteraan bagi bangsa yang kita cintai ini,” jelas Jamal dalam acara yang diadakan Ahad (30/11).
Dalam kesempatan tersebut, Jamal mewakili LPCR-PM PP Muhammadiyah dan warga persyarikatan Muhammadiyah turut berempati atas musibah bencana alam yang terjadi di Sumatera. Dalam hal ini, Jamal mendorong agar kedepan pemerintah bersama masyarakat perlu untuk terus meningkatkan kesadaran lingkungan dan terus berupaya untuk melakukan upaya-upaya mitigasi kebencanaan (pencegahan bencana).
“Jika melihat hal yang membahayakan lingkungan seperti penebangan liar atau lainnya, kita sebagai warga Muhammadiyah harus mengingatkan dan memberikan solusi. Kita cintai bangsa ini dengan mengoreksi yang kurang baik dan memperjuangkan kebaikan untuk Indonesia,” tegasnya.
Dalam momentum Milad, Ketua LPCR-PM PP Muhammadiyah ini berharap agar Muhammadiyah dapat semakin memakmurkan masjid, menguatkan ranting, dan memajukan cabang sebagai pusat pemberdayaan umat.
Turut hadir dalam acara tersebur, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dan Ketua PDM Kota Surakarta, Anwar Sholeh. Senada dengan Jamal, keduanya berharap Milad ke-113 Muhammadiyah menjadi sarana refleksi dan evaluasi untuk semakin mengokohkan bendera dakwah dan kontribusi Muhammadiyah secara luas, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat. (Bhisma)
