Jumat, 25 September 2026
ID EN AR
ID EN AR

Perluas Internasionalisasi Kampus, Muhammadiyah Gandeng Universitas Umm Al-Qura Makkah

Oleh admin • • 2 Menit Min
Perluas Internasionalisasi Kampus, Muhammadiyah Gandeng Universitas Umm Al-Qura Makkah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAKKAH – Perkembangan pesat di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah mendorong meningkatnya kebutuhan global akan tenaga profesional dengan kemampuan bahasa Arab yang kuat. Bahasa Arab kini tidak hanya dipandang sebagai instrumen untuk memperdalam ilmu keagamaan, tetapi juga menjadi keterampilan strategis di berbagai bidang seperti kesehatan, teknologi, ekonomi, pendidikan, dan sektor profesional lainnya.

Kesamaan pandangan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pimpinan Universitas Umm Al-Qura (UQU) pada Selasa (2/12) di Kampus UQU, kawasan Al-Abidiyah, Makkah. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut upaya kedua belah pihak dalam memperluas jejaring akademik serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Delegasi Muhammadiyah dipimpin oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, didampingi Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah  Ahmad Muttaqin. Sementara pihak UQU diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Pascasarjana dan Riset, Fahd Al-Zahrani, bersama jajaran pimpinan universitas.

Dalam pertemuan tersebut, Muhammadiyah memaparkan perkembangan terbaru Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA), termasuk peningkatan kapasitas riset, internasionalisasi kampus, serta pembukaan program studi strategis. Hal ini menjadi dasar bagi pembahasan penguatan kerja sama dengan UQU, khususnya di bidang pendidikan bahasa Arab dan peluang studi lanjutan bagi mahasiswa PTMA.

Pihak UQU menegaskan bahwa kolaborasi yang selama ini terfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Arab mahasiswa dan alumni program studi keagamaan di PTMA perlu diperluas. UQU memandang PTMA memiliki potensi besar untuk menghasilkan lulusan unggul yang dapat melanjutkan studi hingga jenjang doktoral maupun bekerja secara profesional di Arab Saudi.

Dalam diskusi, kedua pihak menyoroti tingginya kebutuhan Arab Saudi terhadap tenaga profesional asal Indonesia, salah satunya di bidang kesehatan—khususnya perawat. Oleh sebab itu, penguasaan bahasa Arab menjadi kunci kompetitif bagi alumni PTMA dalam memenuhi kebutuhan pasar kerja di Saudi.

Selain kesehatan, peluang karier juga terbuka luas di bidang teknik, manajemen, ekonomi, teknologi informasi, serta sektor-sektor strategis lainnya yang ditopang proyek transformasi Arab Saudi dalam kerangka Vision 2030. Profesional Indonesia yang kompeten berbahasa Arab dinilai dapat lebih mudah mengakses peluang tersebut, sekaligus memperkuat peran Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang terus diperkuat. UQU sendiri tengah memperluas jaringan kolaborasi global untuk peningkatan pertukaran akademik, penelitian, serta pengembangan program bahasa Arab bagi penutur asing—bidang yang sangat relevan dengan kebutuhan PTMA.

Rombongan Muhammadiyah turut didampingi oleh sepuluh rektor PTMA dari Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara, serta kader dan pimpinan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi yang sebagian merupakan mahasiswa UQU.

Pertemuan ini diharapkan melahirkan program konkret yang memperluas akses studi, pertukaran akademik, serta peluang profesional bagi mahasiswa dan alumni PTMA, sekaligus memperkuat jejaring internasional pendidikan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan