Jumat, 25 September 2026
ID EN AR
ID EN AR
Home > Berita

Parenting Qur’ani Dinilai Jawaban Tantangan Pendidikan Moral Anak

Oleh admin • • 2 Menit Min
Parenting Qur’ani Dinilai Jawaban Tantangan Pendidikan Moral Anak

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ustaz Rahmat Teguh selaku pemateri dalam Pengajian Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta menekankan bahwa pembentukan akhlak anak harus dimulai sejak dini, bahkan sejak proses memilih pasangan hidup sebagai fondasi utama terbentuknya keluarga yang kuat.

Dalam pemaparannya, Ia menguraikan tiga kaidah parenting Qur’ani yang bersumber dari Al-Qur’an. Kaidah pertama merujuk pada Surah Ar-Ra’d ayat 17, yang menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebaikan dan manfaat kepada lingkungan sekitar. Kaidah kedua adalah muraqabah, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Hadid ayat 4, yaitu kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi setiap aktivitas manusia sehingga mendorong tumbuhnya kontrol diri, rasa malu yang positif, dan rasa tanggung jawab dalam diri anak.

“Sementara itu, kaidah ketiga merujuk pada Surah Az-Zukhruf ayat 67, yang menyoroti pentingnya memilih teman dan lingkungan pergaulan sebagai bagian dari pembentukan akhlak anak,”jelasnya pada Sabtu (6/12) di Aula Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Tidak hanya tiga kaidah Qur’ani tersebut, pemateri juga menekankan pentingnya keteladanan sebagai nilai pendidikan nabawi. Ia menyampaikan bahwa pendidikan paling efektif tidak hanya melalui nasihat lisan, melainkan melalui contoh nyata dari perilaku orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Konsistensi orang tua dipandang sebagai kunci karena anak lebih mudah meniru apa yang ia lihat dibanding sekadar mendengar.

Kajian ini juga merangkum empat pilar utama yang harus diperkuat dalam keluarga untuk membangun generasi Qur’ani. Pertama, mahabbah (cinta), yang menekankan pentingnya hubungan emosional yang hangat dalam keluarga. Kedua, al-qudwah ash-shalihah (keteladanan) melalui perilaku baik orang tua. Ketiga, ad-du’a as-sadiq (doa tulus) sebagai wujud permohonan orang tua kepada Allah untuk bimbingan dan perlindungan bagi anak. Keempat, as-shabr al-jamil (kesabaran baik), yaitu komitmen orang tua mendampingi dan mendidik anak secara konsisten di setiap fase tumbuh kembang.

“Pola pengasuhan berbasis cinta, keteladanan, doa dan kesabaran dinilai mampu melahirkan generasi yang kuat secara moral, matang secara spiritual, dan siap menghadapi tantangan zaman,”pungkasnya. (ghulam)

Tinggalkan Balasan