MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Hari ini, Sabtu (13/12), para ulama ‘Aisyiyah se-Jawa berkumpul di Yogyakarta. Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah menekankan agama Islam hadir untuk memerdekakan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.
Demikian, kata Salmah, adalah yang termuat dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 1. Dari kemiskinan, diskriminasi, ketidakadilan, penindasan, dan hal-hal di antaranya.
“Jelas sekali dalam Quran surat Ibrahim ayat 1 ini, maka tentunya misi agama Islam, dan misi Nabi Muhammad, Nabi-Nabi sebelumnya, itu tentunya adalah membebaskan manusia dari segala ketidakadilan ataupun diskriminasi,” ujar Salmah saat membuka Seminar dan Workshop Pra Konferensi dan Silaturahmi Nasional Ulama ‘Aisyiyah di Aula Kantor PP ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Oleh karenanya, maka tentu semua pemahaman dan perjuangan agama yang dilakukan, sudah seyogyanya mengarah kepada menciptakan keadilan dan melawan ketidakadilan.
Salmah menilai, sampai saat ini, realitanya masih banyak terjadi ketidakadilan pada perempuan. Hal ini bisa saja terjadi karena pemahaman agama yang belum maksimal dipahami.
“Oleh karena itu, sepertinya kita masih membutuhkan pemahaman agama yang benar, yang selaras dengan visi rahmatan lil ‘alamin, yaitu menebarkan kasih sayang bagi semuanya,” terangnya.
Adanya acara yang mengangkat tema Konstruksi Pemikiran Ulama ‘Aisyiyah: Respons Terhadap Isu Keumatan dan Bangsa ini, tidak lain adalah untuk mengkonsolidasikan para ulama perempuan ‘Aisyiyah.
“Banyak ulama perempuan yang ada, kami harapkan juga mempunyai pandangan, wacana terhadap kehidupan, terhadap hak-hak perempuan, ya sehingga nanti ketika kita melakukan keputusan berdasarkan hadis, berdasarkan ayat-ayat Qur’an, itu tentunya dengan pemahaman yang baik tidak bersifat diskriminatif,” pungkas Salmah. (Janu)






