MUHAMMADIYAH.OR.ID, BALI – Anggota Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat yang juga merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2010-2015 Din Syamsuddin menjadi salah satu penerima ICMI Award 2025 atas pengabdiannya dalam bidang pendidikan, kemanusiaan, dan perdamaian dunia.
Penganugerahan diserahkan langsung oleh Ketua Umum ICMI Arif Satria dalam Milad ke-34 ICMI sekaligus Pembukaan Silaknas ICMI di Jimbaran, Bali, pada Jumat (5/12).
Din dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan milik semua pihak yang telah bekerja bersama.
“Capaian dan prestasi seseorang bukan karena dirinya sendiri, tetapi merupakan hasil kerja sama dan kebersamaan dengan manusia-manusia lain,” ujarnya.
Din juga menegaskan bahwa keberadaan ICMI sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia yang saat ini tengah menghadapi tantangan besar, berat, dan kompleks. Menurutnya, kaum cendekiawan harus tampil sebagai penyelesai masalah (problem solver), bukan menjadi bagian dari masalah (part of the problem).
Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam dan Al-Qur’an, cendekiawan adalah ulama yang menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan: Ulul Albab, yang mengedepankan daya rasional, dan Ulun Nuha, yang mengedepankan daya spiritual dalam melakukan perubahan sosial sebagai bagian dari misi kemanusiaan membangun peradaban.
Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu berharap ICMI dapat tampil sebagai agen perubahan Indonesia dengan menggerakkan Reformasi Moral di tengah maraknya penyakit illiterasi moral (moral illiteracy) atau Tuna Aksara Moral yang menurutnya telah melilit bangsa.
“Penyakit Tuna Aksara Moral ini bahkan banyak diidap orang-orang terpelajar. Karena itu, kaum terpelajar bermoral harus tampil mengatasinya,” tegasnya.
Selain Din Syamsuddin, penghargaan ICMI Award juga diberikan kepada sejumlah tokoh, yaitu Jusuf Kalla untuk Bidang Politik, Nasaruddin Umar untuk Bidang Moderasi Beragama, serta Saraswati Khasanah, Pendiri Alisa Khadijah.
