MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ilmu pengetahuan dalam pandangan Kiai Ahmad Dahlan berperan penting sebagai dasar pembaruan. Hal ini yang mendorongnya untuk concern untuk membangun pendidikan islam modern.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Jainuri pada (2/12) dalam Pembekalan Al Islam Kemuhammadiyahan oleh Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA).
Dia menjelaskan, ilmu merupakan pondasi sebuah peradaban maju. Langkah itu sudah ditempuh oleh Muhammadiyah sejak awal berdiri, bahkan Kiai Dahlan telah memulainya lebih awal sebelum mendirikan Muhammadiyah.
Selain itu, Islam menurutnya juga sangat relevan dan mendukung pembangunan peradaban maju. Sebab perintah pertama yang turun adalah membaca – penguatan literasi ini adalah pijakan awal manusia untuk berpengetahuan.
“Islam sangat menekankan barang siapa yg ingin berhasil di dunia dan akhirat maka ia harus menguasai ilmu” ungkap Jainuri.
Jainuri menjelaskan bahwa literasi bukan hanya berkaitan dengan bahasa, tetapi juga mencakup kesadaran luas tentang pentingnya ilmu dalam berbagai bidang.
Pada awal abad ke-20, umat Islam mulai meningkatkan kemampuan literasi sebagai langkah untuk memperkuat kapasitas intelektual dan sosial mereka. Hingga saat ini, penguatan literasi menjadi penting agar umat Islam mampu berperan aktif dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Ia menegaskan bahwa dalam konteks pengetahuan umat Islam tidak terbatas pada keilmuan agama, tetapi juga ilmu umum. Meskipun sejatinya dalam Islam, ilmu umum itu juga merupakan bagian dari keilmuan Islam itu sendiri.
Hanya saja yang saat ini populer diketahui banyak orang merujuk dari pandangan Barat, bahwa ilmu agama dan ilmu umum itu terpisah, bahwa agama hanya mengurus soal ibadah dan ritual saja.
Pemahaman seperti ini yang mengakibatkan seakan-akan Islam terpisah dari aspek kehidupan manusia, padahal Islam lah yang menjadi pedoman hidup manusia dalam segala aspek kehidupan, tidak hanya terbatas pada ritual semata. Ilmu berfungsi untuk mempermudah kehidupan, seni memperindah kehidupan, dan agama menjadi landasan kehidupan itu sendiri.
