MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta agar dukungan dan bantuan bagi warga yang mengungsi karena bencana di Indonesia, seperti banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, benar – benar mengedepankan penjagaan atas harkat dan martabat manusia.
Menurut Haedar pemerintah dengan kewenangannya bisa memenuhi hak pengungsi tersebut dengan kebijakan dan fasilitas negara. Pengungsian menggunakan gedung pemerintah berkapasitas besar dan kuat untuk memastikan pengungsi mendapatkan tempat yang aman dan layak, termasuk privasi keluarga.
“Pemerintah juga perlu memastikan privasi masing – masing keluarga pengungsi. Upaya itu bisa dengan menyediakan tenda untuk masing – masing keluarga di dalam gedung pengungsian. Pengungsi tidak boleh dibiarkan bercampur begitu saja di sebuah tempat yang dijadikan barak ” terang Haedar pada Ahad (30/11).
Walaupun hidup di pengungsian, warga juga memerlukan dukungan fasilitas untuk menjaga auratnya, apalagi untuk anak dan perempuan.
Menurut Haedar, pemerintah bisa merencanakan langkah darurat tersebut sebagai prosedur tetap penangangan pengungsi, mengingat potensi terjadinya bencana di Indonesia yang tinggi. Setiap daerah memiliki fasilitas gedung yang bisa digunakan untuk pengungsian. Setiap daerah juga bisa merencanakan dukungan pengungsian berbasis keluarga tersebut, lengkap dengan penyediaan tenda keluarga, layanan kesehatan, logistik dan lainnya.
Mengunjungi Pengungsi di Perlis
Beberapa hari sebelumnya, pada Kamis (27/11), Haedar sempat mengunjungi pengungsian warga terdampak banjir di Gedung Dewan milik pemerintah Perlis – Malaysia, disela kunjungannya ke Universitas Muhammadiyah Malaysia.
Pada kunjungan bersama Mufti Perlis Dato’ Arif Perkasa Dr. Mohd Asri bin Zainul Abidin tersebut Haedar menyaksikan penangangan pengungsi berbasis keluarga.
Walaupun banjir melanda banyak daerah di Perlis, kampus UMAM berada di wilayah yang tidak terdampak banjir. Menurut Naib Concelor UMAM Saidul Amin, Mahasiswa UMAM berada di wilayah aman dan dalam kondisi aman.
“Bahkan mahasiswa UMAM sudah ikut membantu korban banjir di Perlis,” kata Saidul yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Riau tersebut.
