MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Kepanduan Hizbul Wathan (HW) yang berdiri tahun 1918, pada Bulan Desember tahun 2025 ini telah menginjak usia 107. Tentu di usia yang lebih dari satu abad HW memiliki tantangan yang kian kompleks.
Dalam menghadapi tantangan yang kian kompleks tersebut, Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Izzul Muslimin memandang, setidaknya ada empat hal yang perlu HW lakukan supaya tetap diminati masyarakat kini dan nanti.
Pertama menurut Izzul Muslimin, HW harus bisa menyesuaikan diri dengan zaman. Memang betul di masa awal HW memiliki magnitude yang besar di hati publik, khususnya warga Muhammadiyah terlebih saat itu masih di masa perang.
Menyingkap sejarah gerakan HW, khususnya ketika Muhammadiyah dipimpin KH. Ibrahim, menurut Izzul, HW begitu kuat daya tariknya. Bahkan ketika Kongres Muhammadiyah tahun 1920, kader HW membentuk barisan yang mengesankan.
“Situasi sudah berubah, zaman sudah berubah, dan ini adalah yang bisa kita lakukan menyesuaikan diri. Supaya Hizbul Wathan kehadirannya disenangi oleh masyarakat,” kata Izzul pada (20/12) dalam Milad 107 HW di Jogja.
Hal kedua yang perlu dimiliki HW adalah jangan sampai ada konflik. Meski konflik sebagai suatu yang wajar, namun harus disertai dengan kekuatan manajemen konflik yang matang oleh sebuah organisasi itu, termasuk HW.
Untuk urusan ini, menurutnya selama dia menjabat sebagai Sekretaris PP Muhammadiyah belum ada laporan konflik dari HW. Maka ini merupakan tradisi baik yang layak mendapat apresiasi, dan diharapkan terus dirawat.
Supaya HW tetap diminati masyarakat kini dan nanti, maka hal ketiga yang perlu dimiliki HW adalah kemampuan manajemen organisasi dengan sebaik-baiknya. Dia khawatir, jika tidak bisa memanajemen organisasi, HW tidak akan berumur panjang.
Selain itu, kepada HW Izzul juga berpesan supaya menjaga tradisi kepeloporan, terlebih di masa sulit yang sedang melanda bangsa Indonesia. Bencana yang terjadi di Sumatra dan Aceh butuh banyak perhatian dan pelopor keteladanan.
“Perlu kepeloporan dan saya kira ini fungsi HW, bagaimana Hizbul Wathan bisa melakukan kepeloporan untuk menumbuhkan kembali kerelawanan dalam arti yang sebenarnya,” katanya.
Hal keempat yang perlu dimiliki HW adalah melakukan kaderisasi. Kaderisasi di HW menurutnya, menjadi yang paling lengkap dan panjang. Sebab HW diikuti oleh anak-anak sekolah dasar, sampai kakek-kakek yang masih aktif di HW.






