MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALAYSIA – Dalam Konferensi Internasional, Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) bertema “Memperkuat Kepemimpinan Transformatif untuk Pendidikan Tinggi Muhammadiyah yang Berkelanjutan”, cucuk pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan sekaligus Founder The Halal Science Center (HSC) Chulalongkorn University Thailand, Winai Dahlan memberikan gagasan strategis mengenai “Pemanfaatan Pendidikan Tinggi ‘Halal SciTech’ untuk Memajukan Agri-Food menjadi Produk Halal Bernilai Tambah untuk Ketahanan Pangan.”
Mengawali pemaparannya, Winai menjelaskan sejarah berdirinya HSC yang tumbuh dan berkembang di lingkungan Chulalongkorn University, Bangkok yang merupakan salah satu pusat akademik terkemuka di ibu kota Thailand.
Ia menegaskan, keberadaan HSC di lingkungan perguruan tinggi sejak awal berdirinya merupakan anugerah besar yang mempercepat pengembangan riset halal di tingkat regional dan global.
“HSC berdiri di lingkungkan pendidikan tinggi. Itu adalah hal yang membawa benefit bagi kami terutama dalam pengembangan halal science di Chulalongkorn University. HSC bukan hanya laboratorium, tapi kami juga memiliki standarisasi dan sekarang kami sedang mengimplementasikan AI Digital Technology dan kami sangat senang ketika kita bersama-sama mengembangkan sektor halal ini,” jelas Winai dalam agenda yang diadakan di UMAM, (26/11).
Winai mengungkap kondisi terbaru dari HSC terkini. Ia menyebut bahwa dalam upayanya merespon zaman dan melakukan pengembangan dan pendekatan HSC untuk generasi masa depan, HSC dalam melakukan proses researchnya telah menggunakan 2 pendekatan yang disebut deng “2AI Approach (Human Actual Implementation (AI) + Digital Artificial Intelligence (AI))”.
“Dari proses yang telah kita lakukan, kami telah mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah domestik ataupun dari Internasional. Dengan dukungan pendekatan teknologi dan digital yang telah kami kembangkan, kami juga telah berhasil menjawab tantangan zaman dan lebih dekat dengan generasi masa depan,” pungkasnya.
Melalui pengembangan riset produk halal yang berkelanjutan, Winai sekali lagi menegaskan sekaligus mendorong bahwa inovasi halal berbasis riset ilmiah dan teknologi digital dapat menjadi solusi berkelanjutan. Dengan begitu ia meyakini bahwa hal ini akan memberikan nilai tambah sektor pertanian dan pangan di tengah tantangan global. (Bhisma)
